Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juli 2024 | 16.55 WIB

Bisa Picu Diabetes di Usia Dini, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Ingatkan Anak-Anak Tak Diberi Kental Manis

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie (tengah) sosialisasi kesehatan anak-anak. (Pemkot Tangsel) - Image

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie (tengah) sosialisasi kesehatan anak-anak. (Pemkot Tangsel)

JawaPos.com–Masih banyak masyarakat menganggap bahwa kental manis adalah susu. Sehingga alih-alih memberikan minuman kesehatan, sejumlah ibu justru memberikan minuman kental manis ke anaknya.

Kondisi itu menjadi keprihatinan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie. Dia menegaskan bahwa kental manis bukan susu.

Secara khusus dia meminta masyarakat tak memberikan kental manis sebagai minuman susu untuk anak. Hal itu disampaikan Benyamin di sela peringatan HUT ke-73 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kecamatan Serpong Utara, Tangsel. Pernyataan Benyamin tersebut bukan tanpa alasan. Dia melihat masyarakat, terutama keluarga muda kerap mengenyampingkan kebutuhan gizi anak.

Dia khawatir ibu membiarkan anak hanya makan yang disukai. Khususnya makanan yang bercita rasa gurih dan tinggi kandungan gula. Padahal belum tentu ada gizinya.

”Saya khawatir tanpa edukasi yang memadai, kemudian persoalan gizi ini diabaikan masyarakat kita terutama para keluarga muda,” kata Benyamin dalam keterangannya, Kamis (4/7).

Kandungan gula di dalam kental manis, dikatakan Benyamin, menjadikannya tidak tepat diberikan kepada anak. Terlebih ditujukan sebagai susu untuk pemenuhan gizi. Kesalahan konsumsi itu dapat membuat anak mengalami berbagai masalah tumbuh kembang. Bahkan memunculkan penyakit seperti diabetes.

”Kental manis bukan susu untuk anak, gulanya sangat tinggi bisa mencapai 50 persen,” ungkap Benyamin.

Karena itu, lanjut dia, kental manis tidak baik untuk kesehatan anak.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Tangerang Selatan Putri Ayu Anisya. Edukasi salah konsumsi kental manis perlu semakin digencarkan. Pasalnya, hingga kini banyak orang tua memberikan kental manis yang dianggap sebagai susu kepada anaknya.

”Jika ibu tidak dibekali dengan pengetahuan gizi, maka kita tidak akan bisa menyelesaikan kesalahan konsumsi kental manis ini,” beber Ayu.

Salah satu warga Kampung Baru, Serpong Utara, Lisnah mengakui kerap menggunakan kental manis sebagai susu. Sudah memberikan kental manis sebagai susu selama dua tahun terakhir.

Dia menyebut pemberian kental manis tersebut mulanya bertujuan agar anaknya bisa lebih berisi. Namun, setelah sosialisasi, dia mendapat pemahaman komprehensif bahwa tindakannya tersebut tidak tepat karena berat badannya naik signifikan akibat pengaruh glukosa di dalam kental manis.

”Setelah dikasih susu kental manis, dia (anaknya) berat badannya berisi terus, naik terus,” ungkap Lisnah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore