
Para tokoh lintas agama berkumpul dalam diskusi terkait pengelolaan sampah melalui Gerakan sedekah sampah Indonesia (Gradasi) di Masjid Istiqlal. (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)
JawaPos.com - Para tokoh lintas agama menyampaikan pentingnya kolaborasi antarumat untuk mengelola sampah guna mengurangi tumpukan sampah plastik dan sisa makanan agar tercipta lingkungan yang bersih, dikutip dari ANTARA.
"Penanganan sampah harus dilakukan secara kolaborasi. Dalam keyakinan kami, gaya hidup minim sampah bisa dimulai dari menghabiskan sisa makanan kita, karena apa yang kita sia-siakan itu sebenarnya juga mengambil hak orang lain, jadi sama saja kita merampas hak orang miskin," kata Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo di Jakarta, belum lama ini.
Sebagai langkah nyata, Suharyo mengatakan, gereja akan fokus melayani wilayah masing-masing untuk bergerak dan menyukseskan program Gerakan sedekah sampah Indonesia (Gradasi) yang disosialisasikan di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat bersama dengan perusahaan air minum dalam kemasan Danone-Aqua.
Senada dengan Suharyo, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar juga mengatakan, tokoh-tokoh agama harus dilibatkan dalam setiap program-program kemasyarakatan seperti program Gradasi.
"Tokoh agama jangan hanya dilibatkan untuk mengatasi akibat, tetapi libatkan juga pada sebab. Kami akan berpartisipasi aktif dan mendukung sepenuhnya program-program kemasyarakatan termasuk dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini," kata Nasaruddin.
Nasaruddin juga mengatakan, dalam Islam diperintahkan untuk mengurangi sampah dari sumbernya, tidak membuang-buang makanan karena akan mubadzir, dan senantiasa menjaga lingkungan yang sehat.
Sementara itu, Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto mengatakan bahwa keterlibatan pihaknya di Gradasi merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan untuk menanggulangi permasalahan sampah plastik di Indonesia melalui pembangunan ekosistem sirkular.
"Kami sebagai sektor swasta yang resmi bergabung dalam program Gradasi berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat mengedukasi lebih banyak masyarakat untuk mengubah perilaku serta meningkatkan keterlibatan dalam mengurangi, mengelola, dan memilah sampah,” ujar Vera.
"Kami percaya bahwa upaya keberlanjutan dan bisnis harus terus berjalan secara beriringan. Karenanya, kami berkomitmen untuk menjalankan bisnis yang penuh tanggung jawab terhadap lingkungan. Keberlanjutan lingkungan dapat membantu kami menghadirkan kesehatan melalui makanan dan minuman kepada sebanyak mungkin orang,” tutup Vera.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
