
Photo
JawaPos.com - Sebagai alternatif sebelum pemenuhan pelayanan air bersih 100 persen tahun 2030, PAM Jaya menghadirkan inovasi pembangunan reservoir komunal dengan booster pump di dekat permukiman warga. Untuk percobaan awal, pembangunan itu dilakukan di Marunda, Jakarta Utara yang belakangan sering mengeluhkan air bersih.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan, pembangunan reservoir komunal disertai booster pump itu prinsipnya seperti membuat penampungan air di dekat permukiman.
"Setelah air terisi penuh, kemudian kami memompanya ke rumah-rumah warga," ujarnya kepada wartawan, Jumat (16/12).
Arief mengatakan bahwa dengan adanya reservoir komunal tersebut, 200-an Kartu Keluarga yang ada di Marunda jadi dapat teralirkan air bersih. Ia mengakui bahwa metode penyaluran air bersih adalah baru pertama diluncurkan.
"Pola yang menggantikan metode-metode sebelumnya karena memang kami melihat ada beberapa yang harus direvisi supaya tidak ada gesrkan sosial," ungkapnya.
Metode penyaluran air yang dimaksud Arief salah satunya adalah melalui kios air maupun depo tangki. Dengan metode tersebut, ia mengakui bahwa warga masih direpotkan dengan harus membawa air sendiri dan saling berebutan.
Namun, dengan adanya reservoir komunal ini, nantinya jika ada perkampungan yang belum ada pipa air, tetap bisa dapat air berseih dengan reservoir komunal tersebut.
"Jadi airnya biarpun tidak ada sumber aslinya, itu akan diisi oleh truk kita, tetapi pengalirannya sudah langsung pipa pak, permanen. Jadi tidak ada lagi mereka pikul-pikul," katanya.
Arief menyebut bahwa reservoir komunal ini terbukti berhasil. Sebab, saat peninjauan dilakukan bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono ke rumah-rumah warga, terlihat air bersih sudah dapat diakses dengan melalui keran-keran yang sudah dialiri dari reservoir tersebut.
"Sehingga solusi ini akan diterapkan di beberapa wilayah dengan tekanan air kecil lainnya di Jakarta. PAM JAYA dalam waktu dekat akan membangun reservoir komunal, yakni di wilayah Taman Sari, Krendang Tambora, Kalideres Duri Kosambi, Muara Baru RW 17 Penjaringan, Marunda Pulo, Kalibaru, dan PPK Kemayoran - Kebon Kosong," tandasnya.
Sementara itu, Abdullah, warga RT 8 Marunda mengiyakan yang disampaikan Arief. Ia mengaku bahwa sejak adanya reservoir komunal di wilayahnya, air bersih bisa didapatkan dengan mudah.
"Aman dan lancar sekarang air bersih di sini setelah ada (reservoir) itu," katanya kepada wartawan.
Ia mengaku bahwa sebelumya memang akses air bersih di rumahnya cukup sulit didapatkan. Sekarang, dirinya tinggal membuka-tutup keran untuk mendapatkan akses air bersih.
"Ya alhamdulilah setelah kemarin-kemarin susah dapat air bersih, ya. Sekarang nggak perlu repot lagi antre-antre gitu," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
