
Photo
JawaPos.com-Trotoar di dekat Mal Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat penuh dengan kendaraan motor yang terparkir di sana. Padahal, trotoar tersebut baru selesai direvitalisasi agar lebih nyaman untuk digunakan pejalan kaki.
Saat JawaPos.com melintas di daerah tersebut, juru parkir (jukir) liar tanpa seragam tanpa sungkan menawarkan jasa untuk parkir di trotoar tersebut bagi pengunjung yang mau menikmati kawasan Sarinah. "Ayo-ayo, sini parkir Sarinah, masuk-masuk kak,mas," ucap salah seorang juru parkir setelah selesai memposisikan motor yang baru parkir, Selasa (6/12).
Ardi, 23, salah satu pengunjung yang akhirnya ikut juga memarkir di trotoar tersebut mengaku dalam sekali parkir dirinya dikenakan tarif hingga Rp 10.000. "Tadi parkirnya langsung diminta di awal. Mungkin takut kemalaman kalau ditagih di belakang," katanya.
Saat ditanya apakah Ardi tidak takut kendaraannya kena operasi Dinas Perhubungan atau polisi karena parkir di tempat yang semestinya, ia mengatakan sudah dapat jaminan aman dari jukir. "Jukirnya udah bilang, 'Pokoknya aman, sudah parkir di sini', ya udah," ucapnya.
Selain itu, ia juga mengaku tak mendapatkan kartu parkir atau apapun untuk menandai parkir motornya. Ardi mengaku percaya saja pada jukir liar tersebut.
Sebelumnya, Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama pihak kepolisian mengaku sudah rutin melakukan penindakan terhadap para juru parkir liar yang ada di DKI Jakarta. Namun begitu, seringkali akhirnya penindakan tersebut hanya berujung kucing-kucingan.
"Kucing-kucingan tuh. Udah diusir nongol lagi. Kami sudah lakukan penindakan," ujarnya Kepala UP Perparkiran Dishub DKI Aji Kusambarto saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (6/12).
Setelah melakukan penindakan, Aji mengatakan bahwa proses selanjutnya selalu diserahkan kepada kepolisian terhadap para jukir parkir liar tersebut. "Namanya pemungutan nggak resmi kan bisa dikatakan pemaksaan juga, ya, makanya langsung polisi itu kalau dapat (jukir parkir liar) polisinya langsung melakukan BAP itu," jelasnya.
Untuk mengurangi masalah parkir liar di Ibu Kota, ia mengatakan bahwa pihaknya rutin melakukan penindakan terhadap para jukir parkir liar. Namun, ia mengakui memang hal itu masih belum membuat kapok.
Sejauh pengetahuannya, jukir-jukir parkir liar sama halnya dengan pak ogah yang selalu muncul tiba-tiba ketika melihat kesempatan penghasilan. Sebab, dua pekerjaan ilegal tersebut memang selalu menarik.
"Mungkin masyarakat sekitar situ, mungkin juga preman-preman seperti itulah yang mungkin memang kehidupannya dengan cara gitu," jelasnya. "Ya sama kayak pak ogah, ada tikungan sedikit dimanfaatkan untuk memungut sesuatu. Gitu juga parkir, meleng sedikit langsung dimanfaatkan, apalagi kalau yang istilahnya potensial perekonomian, ya," sambung Aji. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
