Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 November 2022 | 17.15 WIB

Kekacauan Berdendang Bergoyang, Disparekraf: Salah Penyelenggara

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata. (Royyan/ JawaPos.com) - Image

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata. (Royyan/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata menampik bahwa pihaknya kecolongan atas kacaunya event musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Ia mengatakan, semua prosedur perizinan sudah dilalui dengan benar sesuai peraturan yang berlaku. Hanya saja, ketika pelaksanaan terdapat kelalaian dari penyelenggara acara.

"Ini murni jadi yang dilakukan penyelenggara tidak sesuai dengan apa yang kita persyaratkan, sehingga kami tegur gitu," ujarnya kepada wartawan, dikutip Rabu (2/11).

"Kalau prosedur, sudah (sesuai). Jadi mereka sudah mengajukan proposal, kita juga sudah exercise. Namun, memang di lapangan terjadi hal-hal seperti itu dan kita langsung tegur yang bersangkutan," imbuhnya.

Andhika juga mengaku pihaknya mengeluarkan izin untuk kegiatan tersebut karena DKI Jakarta saat ini memang sudah memasuki PPKM level 1, yang mana event-event seperti musik sudah diperbolehkan.

"Kemudian juga kan terkait dengan pemulihan ekonomi. Tentunya geliat untuk seni pertunjukan memang sudah boleh beraktivitas," ucapnya.

Saat terjadi pembeludakan pengunjung di event Berdendang Bergoyang, Andhika mengaju langsung berkoordinasi dengan Satpol PP dan pihak kepolisian untuk menegur penyelenggaraan konser musik tersebut.

"Jelas di hari ketiga kan mereka tidak operate kan. Seperti itu. Dan tentunya kita mitigasi kepada event-event yang akan dilaksanakan. Jadi kita mitigasi dengan beberapa otoritas yang memang terkait dengan perizinan," pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta menilai Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI kecolongan terkait membludaknya orang yang datang ke event musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10) lalu.

"Iya bisa dianggap kecolongan lah ya," ujar Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik Zulkifli kepada wartawan, Senin (1/11).

Oleh karena itu, ia mendukung penghentian konser musik tersebut di hari ketiga oleh pihak kepolisian. Belum lagi jika berkaca pada tragedi di Itaewon, Korea Selatan, yang juga menimbulkan banyak korban akibat berdesak-desakan. "Kalau saya secara pribadi mendukung (penghentian event Berdendang Bergoyang)," imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore