
Caption: Akses jalan masuk ke rumah Asep yang hanya bisa dilalui dengan cara berjalan menyamping
JawaPos.com - Ketegangan antar dua keluarga di Pulogadung, Jakarta Timur, menurut ketua RT 11 Gang VIII memang terjadi sudah sejak lama. Puncak dari ketegangan tersebut menghasilkan penembokan di depan rumah keluarga Asep oleh keluarga Widya atau Wiwi.
Ketua RT 11 Gang VIII bercerita bahwa ketegangan yang terjadi antara dua keluarga tersebut memang sudah lama. Meski rumahnya saling bersampingan, kerukunan dua keluarga tersebut hancur karena sering saling lempar sindiran.
"Kalau berhadapan langsung mereka gak apa-apa. Cuma sering nyindir, keluarganya pak Asep ada nyindir menyinggung perasaan keluarganya mba Wiwi," jelasnya, Selasa (9/8).
Sebelum rumah Asep akhirnya ditembok oleh Wiwi, Tasdiq mengatakan bahwa mediasi sudah sempat dilakukan. "Wah udah mediasi beberapa kali sebelum ditembok pun udah ada mediasi. Cuma gak menemukan titik temu," katanya.
Photo
Akses jalan masuk ke rumah Asep yang hanya bisa dilalui dengan cara berjalan menyamping.(Royyan/ JawaPos.com)
Mediasi itu bahkan sudah sempat dihadiri pihak Kelurahan Pisangan Timur. Namun, hasil dari mediasi tersebut justru malah berakhir penembokan rumah Asep oleh Wiwi.
"Ya pihak keluarga Wiwi tetep kekeh mau nembok," ujar Tasdiq.
Sebelum akhirnya penembokan dilakukan di rumah Asep, Tasdiq mengaku bahwa Wiwi sudah mengirimkan surat pemberitahuan secara resmi kepada pihak RT, RW, dan Kelurahan.
"Gak bisa apa apa soalnya secara legalnya bangunnya di atas tanah mereka, bu Wiwi itu," imbuhnya.
Tanah tempat penembokan dilakukan secara legal memang sudah dibuktikan milik Wiwi. Tahun 2019 pihak Wiwi sudah melakukan pengukuran dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). "Emang punya haknya bu Wiwi," pungkas Tasdiq.
Sebelumya, diketahui tembok di depan rumah Asep menjulang hingga 1,5 meter. Ukuran ke sampingnya total menutupi akses rumah Asep. Hanya disisakan satu akses jalan masuk ke rumah dari samping, itu pun tidak bisa dilewati jika dengan cara berjalan ajeg. Akses masuk rumahnya hanya bisa dilalui dengan jalan menyamping seperti kepiting.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
