Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Agustus 2022 | 20.31 WIB

Polisi Periksa Enam Saksi Terkait Tewasnya Santri di Tangerang

Ilustrasi: Penganiayaan - Image

Ilustrasi: Penganiayaan

JawaPos.com-Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Cisoka, Polresta Tangerang, Banten, memeriksa enam orang saksi terkait meninggalnya santri di Pondok Pesantren Dasar El Qolam di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (7/8).

"Kami sudah menghimpun satu saksi dan sudah mendapat saksi lagi enam orang," ucap Kapolsek Cisoka AKP Nur Rokhman seperti dilansir dari Antara di Tangerang, Senin (8/8).

Dia mengatakan, kejadian meninggalnya santri berinisial BD, 15, asal Tanjung Burung, Kosambi, tersebut terjadi pada Minggu (7/8), sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu temannya melapor ke pengasuh ponpes ketika korban tidak sadarkan diri di dalam kamarnya.

"Kemudian saksi mengecek ke kamar santri dan setelah dicek benar BD sudah tidak sadarkan diri dan dibawa pengasuh ke Klinik Gita Farma," tutur Nur Rokhman.

Menurut dia, dari hasil keterangan saksi, korban BD tidak sadarkan diri setelah berkelahi dengan satu orang rekannya.

"Ini bermula dari pelaku mendatangi kamar nomor enam, kamar korban. Tujuannya mau menanyakan Dimas (teman). Setelah itu pelaku mendorong pintu kamar mandi, ternyata pintu mengenai korban, lalu korban marah. Setelah keluar dari kamar mandi, mereka langsung berkelahi," jelas Nur Rokhman.

Dia menyebutkan, setelah keduanya berkelahi rekan-rekan yang menyaksikan kejadian mencoba melerai. Namun, kemarahan korban terhadap pelaku masih berlanjut dengan terus berbicara sehingga pelaku terpancing emosi.

"Dan akhirnya pelaku pun balik lagi ke kamar memukul korban. Saat itu korban sedang memakai pakaian, korban dipukul dan ditendang," ujar Nur Rokhman.

Tindakan kekerasan pelaku tersebut membuat korban langsung terjatuh dan ditinggal ke luar kamar. "Korban setelah kejadian langsung diam, karena merasa sakit kepala dan dia tidur," terang Nur Rokhman.

Dia mengungkapkan, atas peristiwa tersebut polisi langsung turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi dan melakukan otopsi terhadap korban guna mengetahui penyebab kematiannya.

"Dari pihak keluarga korban sudah membuat laporan polisi di Polres dan pihak keluarga korban juga bersedia melakukan otopsi," kata Nur Rokhman.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore