Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Mei 2022 | 00.09 WIB

Peringati 205 Tahun Kebun Raya Bogor

Petani memetik bunga anggrek di sebuah perkebunan kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/6/2020). Bunga anggrek tersebut dijual seharga Rp150ribu per 50 tangkai, dan banyak diminati sebagai penghias halaman rumah. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Petani memetik bunga anggrek di sebuah perkebunan kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/6/2020). Bunga anggrek tersebut dijual seharga Rp150ribu per 50 tangkai, dan banyak diminati sebagai penghias halaman rumah. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com–Kebun Raya Bogor pada peringatan ulang tahun ke-205 meresmikan wahana baru. Griya Anggrek yang menyimpan berbagai koleksi anggrek dapat menjadi tempat riset, konservasi, maupun wisata.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan, Kebun Raya Bogor di usianya ke-205 tahun saat ini, menjadi percontohan bagi 44 kebun raya lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Berdasar data BRIN, hingga saat ini, ada 45 kebun raya di seluruh Indonesia.

Kebun raya yang pengelolaannya di bawah BRIN meliputi Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya Eka Karya Bali, dan Kebun Raya Cibinong. Selain itu, ada lima kebun raya yang dikelola pemerintah provinsi, 32 kebun raya lainnya dikelola pemerintah kabupaten/kota, serta tiga kebun raya yang dikelola perguruan tinggi

Menurut Handoko, dengan diresmikannya wahana edukasi Griya Anggrek di Kebun Raya Bogor, diharapkan menjadi pelopor dalam mengelola fasilitas di kebun raya lain yang dibangun kementerian terkait.

Griya Anggrek di Kebun Raya Bogor merupakan salah satu fasilitas yang secara spesifik untuk menyimpan koleksi anggrek, khususnya spesies asli, serta hasil silang, dan hibrida. Handoko menyebut, Griya Anggrek secara keseluruhan mampu menampung sekitar 800 suku dan 4.000 marga dengan jumlah sebanyak 10.000-an tanaman.

”Keberadaannya diharapkan menjadi tempat edukasi bagi publik, tidak hanya tentang anggrek tetapi juga konservasi secara umum,” tutur Handoko.

Dia menjelaskan, kebun raya memiliki lima fungsi yakni sebagai riset, konservasi, jasa lingkungan, edukasi, dan wisata. Pengelolaannya akan diintegrasikan dengan sains center di daerah kebun raya sebagai tempat pemberdayaan ekonomi yakni UMKM daerah berbasis teknologi sebagai penguatan ekonomi local. Sehingga, program kebun raya menjadi lebih multidimensi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore