
Photo
JawaPos.com - Lapas Narkotika Jakarta menyelenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pandu Pelajar Mandiri dan Tenaga Pendidik. Kegiatan yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan mutu sistem pendidikan ini diikuti oleh 124 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Jakarta, Bambang Wijanarko mengatakan Lapas Narkotika Jakarta telah memulai operasinya dengan melaksanakan serangkaian program-program pembinaan bagi para warga binaan pemasyarakatan narkotika. Lapas Narkotika Jakarta juga sebagai percontohan bagi lapas lainnya baik di Jakarta maupun seluruh Indonesia.
"Dalam hal ini Lapas Narkotika Jakarta diamanahkan oleh pemerintah dalam membina para pecandu narkoba yang semakin hari kian meningkat," kata Bambang, Senin (18/10).
Dikatakan Bambang, salah satu kegiatan PKBM Pandu Pelajar Mandiri adalah melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Sebelumnya, Lapas Narkotika Jakarta telah melaksanakan ANBK bagi warga binaan yang mengikuti sekolah Paket C (setara SMA). Kini, giliran warga binaan khusus sekolah Paket B (setara SMP) yang mengikuti kegiatan ANBK.
"ANBK kali ini diikuti oleh siswa yang mengikuti program sekolah Paket B yang dipilih secara acak terhadap 4 orang siswa kelas VIII dan 1 orang tenaga pendidik yang diselenggarakan dari tanggal 6 sampai 7 Oktober 2021," terangnya.
Bambang amenyampaikan bahwa peserta diharapkan mengikuti kegiatan dengan baik dan memberikan hasil terbaik untuk PKBM Pandu Pelajar Mandiri Lapas Narkotika Jakarta.
“ANBK ini diselenggarakan untuk mengevaluasi kinerja dan mutu dari sistem pendidikan yang dilaksanakan di Lapas Narkotika Jakarta dan saya berharap pada teman-teman untuk mengikuti dengan baik," harapnya.
Di kesempatan yang sama, Aii Suryani selaku penilik silang dari Suku Dinas Pendidikan Kota Jakarta Timur mengharapkan para peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh PKBM Pandu Pelajar Mandiri Lapas Narkotika dan mengikuti kegiatan dengan baik dari awal hingga akhirnya mendapatkan ijazah.
“Sampling siswa sekolah paket B ini harus memanfaatkan kegiatan belajar dengan baik demi mencapai cita-cita yang mungkin tertunda karena menjalani masa pidana maka gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," kata Aii.
Sementara, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Adik Didik (Kasi Binadik), Jumadi menambahkan total ada 124 warga binaan di Lapas Narkotika Jakarta yang mengikuti PKBM Pandu Pelajar Mandiri dan Tenaga Pendidik. Jumlah tersebut terbagi menjadi tiga tingkatan yakni Paket A, Paket B dan Paket C.
"Rinciannya untuk Paket A ada 26 orang, Paket B ada 45 orang dan Paket C ada 53 orang," jelasnya.
Jumadi menuturkan kegiatan PKBM sendiri melibatkan beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta seperti Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta, Sudin Pendidikan Kota Jakarta Timur, Forum PKBM Se DKI Jakarta dan Jakarta Timur dan Universitas Negeri Jakarta.
"Untuk programnya meliputi Program Penyetaraan Sekolah Dasar (Paket A), Program Penyetaraan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (Paket B), Program Penyetaraan Sekolah Menengah Atas (Paket C), Ketrampilan Komputer, Keaksaraan Fungsional (KF), Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM)," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
