Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juni 2021 | 19.24 WIB

Anies: Jumlah Keterisian RS di Jakarta Sudah Mencapai 90 Persen

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memimpin Apel Gelar Pasukan Pengetatan PPKM Mikro wilayah DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (18/6/2021). Apel Gelar Pasukan y - Image

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memimpin Apel Gelar Pasukan Pengetatan PPKM Mikro wilayah DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (18/6/2021). Apel Gelar Pasukan y

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan kondisi rumah sakit (RS) di ibu kota. Menurutnya tingkat keterisian RS di Jakarta sudah mencapai 90 persen. Padahal, idealnya jumlah keterisian RS adalah di bawah 60 persen. Namun situasi gelombang kedua Covid-19 saat ini menyebabkan rumah sakit penuh.

"Keterisian RS idealnya di bawah 60 persen, tapi sekarang situasi berhadapan dengan 90 persen," ujar Anies Baswedan dalam akun Instagram miliknya dikutip Sabtu (26/6).

Anies mengatakan, pihaknya sudah menambah jumlah keterisian RS dengan mendirikan tenda-tenda darurat. Hal itu mesti dilakukan agar RS di ibu kota masih dapat menampung pasien Covid-19.

"Bahkan sekarang ini kita harus menggunakan tenda darurat di halaman depan RS, jadi kalau kapasitasnya sudah terbatas warga datang diperiksa pakai tenda itu," katanya.

"Kalau kita tidak menaikan kapasitas RS, mungkin kemarin kita sudah penuh 100 persen sudah kolaps. Tapi alhamdulullah dengan penambahan kita tertangani," tambahnya.

Namun demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena situasi keterisian RS yang penuh ini tidak bisa terus ditambah kapasitasnya.

"Tapi penanganan di RS ini seperti berlomba di satu sisi kita menambah RS, tapi juga jumlah kasunya bertambah terus," ungkapnya.

Anies juga menyoroti mengenai angka meninggal dunia akibat Covid-19. Termasuk anak-anak di ibu kota yang tertular Covid-19. Berdasarkan pada data Kamis (24/6) sebanyak 830 kasus Covid-19 adalah anak usia 6-18 tahun, dan 282 kasus adalah anak usia 0-5 tahun. "Jadi penularan varian baru Covid-19 (varian Delta-Red) ini penularannya lebih cepat," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore