Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Agustus 2023 | 21.21 WIB

BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca Turunkan Hujan Buatan Atasi Polusi Udara di Jakarta

Masyarakat beraktivitas di luar ruangan saat polusi udara sedang memburuk di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/8). - Image

Masyarakat beraktivitas di luar ruangan saat polusi udara sedang memburuk di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/8).

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menurunkan hujan di Jakarta. Hal itu sehubungan dengan buruknya polusi udara di kota pusat pemerintahan ini.

"BNPB bersama BKMG, BRIN, dan mabes polri itu kita sudah mulai TMC dengan arahan Bapak Presiden terkait kondisi udara," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari di YouTube BNPB dikutip JawaPos.com, Selasa (22/8).
 
"Enggak cuma di Jakarta, tapi di Bandung, Semarang, dan lain-lain kita sudah mulai TMC dari tanggal 19-21 (Agustus) terakhir," imbuhnya.
 
 
Dengan adanya modifikasi cuaca itu, Muhari mengatakan bahwa polusi udara setidaknya dapat dibersihkan dengan air hujan tersebut. Pasalnya, ia mengatakan bahwa polusi udara sebetulnya memiliki kadar sama ketika sebelum masuk musim penghunan.
 
"Kok di awal tahun tidak terasa? Karena ter-flushing terus oleh hujan, jadi di awal tahun Januari-April pertengahan Mei itu frekuensi hujan kita masih hampir tiap hari. Paling tidak kalau paginya bagus, sorenya hujan. Kalau sorenya panas, paling nggak malamnya hujan," urainya.
 
"Sehingga, partikel-partikel debu polutan yang ada di udara ter-flushing terus sehingga langitnya masih biru," tambah Muhari.
 
 
Oleh karena itu, ketika memasuki musim kemarau dan hujan tak turun, tak ada yang membersihkan polusi udara tersebut. 
 
"Karena polutan akan tetap stay di bawah ketinggian yang kita bisa hidup terus," ucapnya.
 
Muhari mengatakan, modifikasi cuaca untuk menimbulkan hujan buatan ini akan dilakukan setidaknya untuk dapat menurunkan hujan dalam durasi 2-3 kali dalam seminggu.
 
"Minimal 2-3 kali seminggu hujannya bisa turun untuk kembali ngeflush (polusi udara)," tandasnya.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore