Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Agustus 2023 | 04.46 WIB

Orang Tua Bayi Tertukar di Bogor Jalani Tes DNA Silang

Orang tua bayi tertukar, Siti Mauliah, saat menyampaikan aduan ke Polres Bogor di Cibinong, Kabupaten Bogor. - Image

Orang tua bayi tertukar, Siti Mauliah, saat menyampaikan aduan ke Polres Bogor di Cibinong, Kabupaten Bogor.

JawaPos.com–Orang tua di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjalani tes DNA silang. Itu lantaran bayinya diduga tertukar saat melahirkan di Rumah Sakit (RS) Sentosa, Kemang, pada tahun lalu.

Kuasa Hukum Siti Maulia, 37, Rusdy Ridho menjelaskan, kliennya menjalani tes DNA setelah mengadukan ke Polres Bogor. Sebab, merasa bayinya tertukar saat melahirkan di RS Sentosa.

Selain keluarga Siti, orang tua lain berinisial D juga menjalani tes DNA di tempat yang sama yakni Puslabfor Mabes Polri di Sentul, Bogor.

”Tadinya kan (Ibu D) mau tes sendiri. Kami ingin tes silang agar langsung ketahuan, biar cepat. Kan tes silang ini, tiga hari sudah beres,” kata Rusdy seperti dilansir dari Antara.

Tes silang tersebut, lanjut dia, hal yang ditunggu kliennya. ”Mudah-mudahan dengan hasil ini, semua bisa terungkap. Bisa menemukan titik terang benderang semua,” tutur Rusdy.

Pihaknya juga telah mengadukan peristiwa yang dialami kliennya ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. Kejadian berawal saat Siti Mauliah melahirkan dengan operasi caesar di RS Sentosa, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, pada 18 Juli 2022. Saat itu Siti masih menyusui bayi yang dilahirkan.

Namun, kata Rusdy, saat menyusui pada hari kedua setelah melahirkan, kliennya merasa ada beberapa perbedaan dengan bayi yang dilahirkan. Terlebih bagian rambut yang tampak lebih lebat.

Kemudian ketika hendak pulang dari RS, suster yang melayani sempat menanyakan kepada Siti mengenai gelang penanda yang dikenakan bayi. Tapi saat itu disebutkan suster tersebut bahwa hanya gelang yang tertukar.

”Dikonfirmasi, alasan rumah sakit itu hanya tertukar gelang. Sampai berlarut sampai setahun ini,” ujar Rusdy.

Dia menjelaskan, sekitar dua bulan lalu pihaknya sudah mengadakan audiensi dengan pihak RS Sentosa beserta direkturnya. Kemudian pihak RS memberikan jawaban untuk memeriksa DNA di Jakarta.

”Selang 10 hari kemudian dan dikumpulkan dua keluarga dan hasil tes DNA bahwa sampel A dan B negatif atau bukan anak biologis dari pasien A (Siti),” papar Rusdy.

Lalu Rusdy sebagai kuasa hukum, mencoba meminta pertanggungjawaban kepada pihak RS Sentosa untuk mencari anak Siti yang sesungguhnya.

”Terduga dari RS tertukar kepada gelang ada di pasien B, tapi pasien B tidak ingin melakukan tes DNA. Akhirnya kami sebagai kuasa mengambil langkah hukum membuat aduan ke unit PPA Polres Bogor,” tutur Rusdy.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore