Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2020 | 23.17 WIB

Hati-hati WO Abal-abal, Penawaran Menarik Sepasang Cincin 10 Gram

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sebanyak 29 pasangan calon suami istri. Mereka kena tipu penyelenggara jasa pesta pernikahan atau wedding organizer (WO) Pandamanda. WO ini menawarkan tarif untuk biaya nikah hanya Rp 50 juta sampai Rp 70 juta. Akibat perbuatan mereka, masyarakat mengalami kerugian total mencapai Rp1,5 miliar.

Seperti diberitakan Radar Depok (Jawa Pos Group), polisi bergerak cepat. Pemilik WO, Anwar Said ditangkap. Statusnya sudah menjadi tersangka. Ia ditangkap di kantornya, sekitar Kecamatan Pancoranmas, Selasa (4/2).

Kasubag Humas Polres Metro Depok, AKP Firdaus mengatakan, awal mula terbongkarnya kasus ini, saat salah seorang korban membuat laporan polisi, Minggu (2/2). “Kami terima laporan. Kena tipu WO. Saat acara catering tidak tersedia,” ungkapnya, Kamis (6/2).

Berkembang, kata Firdaus, diketahui korbannya banyak. Lebih dari satu pasang. Korban mengalami kerugian uang bervariasi. Kisaran Rp 50 juta sampai Rp 70 juta. “Ada korban yang belum sampai pada hari pernikahan. Mereka melapor karena belum ada kejelasan sampai dengan menjelang hari H,” terangnya seperti dikutip dari radardepok.com.

Sejumlah korban tertarik dengan WO tersebut karena harganya yang murah. Ditawarkan pula mendapat sepasang cincin seberat 10 gram. Pelaku melancarkan aksi tipu-tipunya di media sosial. “Kasusnya masih kembangkan lagi. Siapa tahu ada korban lainnya,” tandas Daus, sapaannya.

Salah seorang korban, Isnaini mengaku sangat dirugikan oleh pelaku. Bukan uang. Rugi yang paling besar adalah rasa malu di depan keluarga besar dan tamu yang datang. Dia pada Minggu (2/2), dengan menyebar sekitar 400 undangan, di sekitar Kalibata, Jakarta Selatan. Ia pesan makanan sampai 1600 paks. Keanehan muncul dari menjelang persiapan pesta pernikahan. “Dari pukul 14.00 WIB, pihak gedung sudah menanyakan soal dekorasi. Termasuk soal catering,” bebernya.

Ia mulai pusing manakala sampai pukul 16:00 WIB, tidak ada juga yang datang. Padahal acaranya mulai pukul 19:00 WIB. Beruntung, pesta pernikahan masih bisa berjalan meski pada akhirnya tak sedikitpun makanan maupun minuman yang tersaji.

“Dekorasi dibantu pengelola gedung. Janurnya itu bekas orang yang duluan nikah. Kami tidak pakai dekor. Untungnya juga pas akadnya itu kita dibantu sama pengelola masjid, kita koordinasi dengan pengelola gedung buat handel akad,” terangnya perempuan 25 tahun ini dengan air mata meleleh.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore