JawaPos.com - Modus penipuan berkedok lowongan pekerjaan hingga kini masih marak terjadi. Seiring kemajuan teknologi, penipuan tersebut semakin mudah dilakukan, antara lain membuat lowongan kerja abal-abal dengan mencatut nama perusahaan besar atau dengan nama instansi palsu, kemudian di-share melalui media sosial.
Sudah banyak kasus penipuan berkedok lowongan pekerjaan. Bekasi adalah salah satu wilayah yang marak dengan penipuan itu. Dikutip dari Radar Bekasi (Jawa Pos Grup), misalnya November tahun lalu, ratusan pencari kerja terjebak penipuan lowongan kerja di Bekasi Selatan hingga mengalami kerugian miliaran rupiah.
Terkini, beberapa waktu lalu, seorang driver ojek online (ojol) menerima pesan permintaan tolong dari seorang pencari kerja yang terjebak modus penipuan lowongan kerja, karena ia disuruh menyetorkan uang hingga 1,5 juta rupiah sambil diintimidasi. Ia akhirnya berhasil selamat setelah melarikan diri melalui pertolongan driver ojol tersebut.
Pencari kerja harus lebih berhati-hati saat mencari lowongan pekerjaan karena para sindikat penipuan semakin lihai dalam menjebak mereka untuk mendaftar di perusahaan abal-abal mereka. Dikutip dari Radar Bekasi (Jawa Pos Grup), kenali sejumlah modus penipuan lowongan kerja yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Informasi perusahaan tidak jelas
Lowongan kerja palsu seringkali tidak memiliki informasi yang detail terkait perusahaan yang membuka lowongan. Perusahaan yang nyata akan bisa ditemukan segala datanya di internet, mulai dari website-nya, alamat kantor, hingga akun media sosialnya.
2. Tawaran gaji tidak masuk akal
Penipuan lowongan kerja akan menawarkan gaji besar yang tidak masuk akal namun pekerjaannya relatif ringan. Tawaran gaji fantastis seringkali menjadi jurus mujarab untuk menarik perhatian para pencari kerja. Hal itu berbanding terbalik dengan perusahaan resmi yang gajinya tidak se-fantastis perusahaan palsu, apalagi untuk level pegawai biasa.
3. Meminta data pribadi
Hati-hati jika para pencari kerja dimintai data pribadi saat itu juga ketika dihubungi perusahaan yang memasang lowongan pekerjaan, karena kemungkinan besar itu adalah modus penipuan lowker. Perusahaan resmi tidak akan meminta isi data pribadi lewat Whatsapp atau SMS, karena hal itu akan dibahas saat interview kerja.
4, Memaksa pelamar membayar sejumlah uang sebelum mulai bekerja
Jika suatu perusahaan meminta sejumlah uang kepada pelamar sebelum mulai bekerja atau sebagai syarat agar diterima, hampir dipastikan itu adalah perusahaan abal-abal yang melakukan penipuan lowongan kerja.
Biasanya jumlah nominal yang diminta sindikat penipuan lowker cukup besar, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah. Sebagai informasi, perusahaan resmi tidak akan meminta uang kepada pelamar, apalagi sebagai syarat untuk diterima.
Jika para job seker menemukan sejumlah indikasi diatas, lebih baik jangan diteruskan. Namun, jika masih timbul rasa penasaran karena sangat membutuhkan pekerjaan, maka pencari kerja bisa melakukan tindakan antisipatif seperti dilansir dari akun Twitter Kementerian Tenaga Kerja berikut:
1. Riset
Pencari kerja bisa melakukan riset singkat terhadap perusahaan pemasang lowongan kerja, misalnya dengan mencari tahu di internet terkait data perusahaan tersebut, mulai dari alamat, kantor, akun media sosial, hingga testimoni dari orang-orang yang pernah bekerja atau pernah interview kerja di sana.
Bila perlu para pencari kerja mengontak langsung nomor telepon atau email dari perusahaan tersebut, untuk memastikan apakah memang sedang membuka lowongan pekerjaan atau tidak.
2. Jangan memberikan informasi pribadi
Saat anda dipanggil interview oleh suatu perusahaan, kemudian perwakilan dari perusahaan tersebut meminta informasi pribadi anda saat itu juga melalui Whatsapp atau SMS, jangan berikan sedikitpun karena rawan disalahgunakan. Anda dapat menolaknya kemudian tidak perlu membalasnya lagi jika ia masih terus meminta.
3. Jangan membayar uang untuk proses penerimaan
Selain meminta data pribadi, perusahaan abal-abal akan meminta sejumlah uang untuk proses penerimaan. Jika anda kebetulan menghadapinya, jangan dibayar dan langsung tinggalkan. Jika tidak, para pencari kerja akan terus diminta uang dengan berbagai cara,
4. Waspada penawaran kerja yang terlalu bagus
Modus penipuan lowker biasanya memberikan janji-janji manis untuk menarik masyarakat, misalnya gaji yang fantastis, atau reward jalan-jalan ke luar negeri dengan pekerjaan yang tidak terlalu berat. Jika anda menjumpainya atau menghadapi saat sudah terlanjur interview, maka lebih baik tinggalkan saja.
Maraknya penipuan berkedok lapangan kerja tidak membuat pemerintah daerah maupun pusat diam saja tanpa ada tindakan. Misalnya seperti dilansir dari Antara, Dinas Tenaga Kerja Bekasi bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja membuat Aplikasi Siap Kerja Karirhub yang berisi lowongan-lowongan kerja yang sudah dijamin legalitasnya.
Selain itu, terkait dengan viralnya driver ojol yang menolong seorang pencari kerja di Bekasi saat terjebak dalam interview kerja perusahaan abal-abal, sudah ada tindakan dari dinas terkait.
Dikutip dari Radar Bekasi (Jawa Pos Grup), Pemkot Bekasi telah menugaskan Satpol PP untuk mendatangi lokasi kejadian dari peristiwa tersebut dan masih dilakukan pendalaman lebih lanjut. "Bila ditemukan pelanggaran, lanjutkan ke penyidik Polri," tegas Plt. Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono.