Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juli 2023 | 19.29 WIB

BPS DKI Menyatakan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan Pertama di Ibu Kota mencapai 4.95 Persen

Atraksi video mapping di Monas dalam acara Monas Week, Jakarta, Minggu (23/4/2023) malam.

JawaPos.com-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota pada triwulan pertama 2023 mencapai 4,95 persen.

"Ekonomi Jakarta pada triwulan I tahun 2023 tumbuh 4,95 persen. Lalu, periode September 2022 sampai Maret 2023, juga tumbuh sebesar 3,43 persen," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Dwi Paramita Dewi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dwi menjelaskan, geliat ekonomi Jakarta yang bertumbuh tersebut dipicu terkendalinya penanganan pandemi COVID-19 dan dihentikannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak akhir 2022.

Akibatnya, Dwi mengatakan bahwa hampir semua lapangan usaha yang ada di Jakarta mengalami pertumbuhan yang positif.

Sektor pertumbuhan yang paling tinggi yakni sektor transportasi dan pergudangan sebesar 17,43 persen, diikuti sektor jasa lainnya sebesar 13,16 persen, kemudian sektor akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 8,27 persen.

Meningkatnya pertumbuhan sektor jasa lainnya dan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum karena meningkatnya aktivitas hiburan dan pariwisata.

Banyaknya pengunjung tempat rekreasi dan agenda hiburan di Jakarta, kata Dwi, seperti konser musik pada awal 2023 berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, tingkat hunian hotel di Jakarta dan aktivitas makan minum di restoran.

Di sisi lain, angka kemiskinan pada Maret 2023 masih sebesar 4,44 persen atau turun 0,09 persen dibandingkan Maret 2020 yang sebesar 4,53 persen.

Lalu, jika dibandingkan September 2022, kata Dwi, angka kemiskinan saat ini turun 0,17 persen poin.

"Ini merupakan preseden baik di tengah berbagai upaya pengentasan kemiskinan yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta," ujar Dwi.

Adapun jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 477,83 ribu orang atau berkurang sebesar 17.100 orang dibandingkan September 2022.

Lalu, jika dibandingkan awal pandemi COVID-19 pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin sudah berkurang sebanyak 3.030 orang.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore