JawaPos.com - Lorong gelap di kolong tol Angke dalam kota di Jalan Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dari luar tampak tak ada kehidupan di dalamnya.
Tak ada yang menyangka kalau ternyata saat melewati lorong itu, di sela-sela jalan yang dilalui kendaraan roda empat atau lebih itu ada deretan hunian, musala, hingga sekolah.
Untuk memasuki perkampungan itu, JawaPos.com mesti menundukkan badan hingga saat seperti rukuk. Di sepanjang lorong itu terlihat anak anjing hingga kucing berlalu lalang. Sementara di samping-sampingnya ada hunian yang dibangun lebih tinggi.
Selama ada di lokasi itu, suara deru kendaraan tak ada henti-hentinya datang dari atas hunian. Entah bagaimana bisa mereka tidur di antara suara-suara bising tak hanya mesin, tetapi juga getaran dari mobil-mobil besar di atasnya.
Hunian itu bahkan ada yang menjadi warung. Sekitar sepanjang 50 meter sejak masuk lorong, badan baru bisa ditegakkan karena sudah di atasnya sudah dicelah dua jalan tol.
Udara pengap cukup terasa. Berbagai macam bau pakaian juga tercium. Di sepanjang celah itu juga hunian berderet di samping-sampingnya. Hampir seluruh penghuni perkampungan itu mesti menundukkan kepala untuk memasuki huniannya. Cukup untuk membuat pegal pinggang hingga kepala.
Namun begitu, perkampungan itu memang cukup hidup. Orang-orang keluar-masuk, anak-anak berlarian. Ibu-ibu bercengkrama di pelataran huniannya. Beberapa bahkan terlihat memasak suguhan makanan.
Tak ada satu pun warga yang mau diwawancarai. Mereka takut jika berbicara, masalah hunian yang ilegal ini semakin membesar dan akhirnya mereka tergusur.