
Petugas falakiyah melakukan ru
JawaPos.com - Penentuan 1 Ramadhan tiap tahun selalu menimbulkan polemik di beberapa kalangan, karena kerap berbeda.
Padahal, perbedaan dalam penentuan 1 Ramadhan itu hal biasa. Sebab, ada perbedaan metode yang digunakan dalam menetapkan awal bulan Hijriah, khususnya antara metode hisab dan rukyatul hilal.
Perbedaan ini bukan sekadar soal hasil akhir, tetapi juga pendekatan yang dipakai oleh masing-masing pihak.
Metode hisab mengandalkan perhitungan matematis dan astronomi, sementara rukyatul hilal menitikberatkan pada pengamatan langsung terhadap posisi bulan.
Dalam praktiknya, organisasi Islam seperti Muhammadiyah menggunakan metode hisab, sedangkan Nahdlatul Ulama dan Kementerian Agama menggunakan metode rukyatul hilal yang dikombinasikan dengan sidang isbat.
Metode hisab bekerja dengan menghitung posisi bulan secara matematis. Dalam sistem ini, selama posisi bulan sudah melewati titik ijtima (konjungsi) dan secara hitungan berada di atas ufuk, maka keesokan harinya sudah ditetapkan sebagai 1 Ramadhan.
Karena berbasis rumus astronomi, metode ini tidak dipengaruhi oleh kondisi cuaca.
Sebaliknya, metode rukyatul hilal mengharuskan adanya pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit tipis setelah matahari terbenam.
Dalam metode ini, ada kriteria tertentu yang harus terpenuhi, seperti ketinggian bulan minimal di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat.
Jika hilal tidak terlihat, misalnya karena tertutup awan, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.
Adapun proses rukyat dilakukan di banyak titik pengamatan di seluruh Indonesia, lalu hasilnya dibahas dalam sidang isbat untuk menentukan apakah sudah memenuhi kriteria atau belum. Inilah yang membuat hasilnya bisa berbeda dengan metode hisab.
Perbedaan lain yang mendasar adalah waktu pergantian hari. Dalam kalender Hijriah, hari baru dimulai saat Maghrib, bukan tengah malam seperti kalender Masehi.
Artinya, penentuan 1 Ramadhan sangat bergantung pada kondisi saat matahari terbenam di hari ke-29 bulan Syaban.
Dengan perbedaan pendekatan ini, wajar jika penetapan awal Ramadhan terkadang tidak sama.
Namun, perbedaan tersebut justru menunjukkan kekayaan metode dalam ilmu pengetahuan Islam, bukan sebuah masalah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
