Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Februari 2026 | 22.57 WIB

Untuk Umur Panjang hingga Banyak Rezeki, Berikut Doa Nisfu Syaban dari Syekh Abdul Qodir Jaelani

Umat Islam membaca surah Yasin saat melaksanakan ibadah pada malam Nisfu Syaban 15 Syaban 1446 Hijriah di Nurul Huda, Menteng, Jakarta, Kamis (13/2/2025).  (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Umat Islam membaca surah Yasin saat melaksanakan ibadah pada malam Nisfu Syaban 15 Syaban 1446 Hijriah di Nurul Huda, Menteng, Jakarta, Kamis (13/2/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Malam Nisfu Syaban akan jatuh pada malam ini, Senin (2/2), atau pada tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Malam ini termasuk malam spesial bagi umat Islam karena Allah akan menurunkan keberkahan dan banyak kebaikan.

Setiap kali malam Nisfu Syaban tiba setiap tahunnya, umat Islam di Tanah Air biasanya membaca Surah Yasin sebanyak 3 kali. Setiap kali selesai membaca Surah Yasin, diselingi dengan doa agar diberikan umur panjang yang berkah, terhindar dari bencana atau musibah, ditetapkan dalam iman dan Islam serta diluaskan pintu rezeki.

Pembacaan Surah Yasin dalam perayaan malam Nisfu Syaban bisa dilakukan secara sendiri ataupun berjamaah.

Bagi umat Islam, malam Nisfu Syaban dipercaya sebagai momen pergantian buku catatan amalan tahunan. Setiap kali memasuki bulan Syaban, Rasulullah biasanya memperbanyak berpuasa.

Dengan harapan, pada saat buku catatannya diangkat untuk diganti dengan buku catatan amal yang baru, beliau sedang dalam kondisi beribadah.

Malam Nisfu Syaban juga dikenal sebagai malam ampunan (lailatul maghfirah). Pasalnya, pada malam tersebut, Allah mengampuni hamba-Nya, kecuali mereka yang musyrik dan yang sedang bermusuhan. 

Dilansir dari NU Online, setelah membaca Surah Yasin sebanyak 3 kali, sebaiknya melengkapinya dengan membaca doa Nisfu Syaban. Salah satunya, doa khusus dari Syekh Abdul Qodir Jaelani yang didapat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Doa Nisfu Syaban dari Syekh Abdul Qodir Jaelani tersebut ditulis dalam kitab Ghunyah ath-Thalibin.

Berikut doanya:

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ   


Latin:

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, Mashâbihil hikmati wa mawâlin ni’mati, wa ma‘âdinil ‘ishmati, wa‘shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta’khudznî ‘alâ ghirratin wa lâ ‘ala ghaflatin, wa lâ taj‘al ‘awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla ‘annî, fainna maghfirataka lidh dhâlimin, wa anâ minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a‘thinî mâ lâ yanfa’uka, fainnaka al-wâsi’atu rahmatuhu, al-badî‘atu hikmatuhu, fa a‘thini as-sa‘ata wad da‘ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu‘âfata wat-taqwa, wa afrighi ash-shabra wash-shidqa ‘alayya, wa ‘alâ auliyâi fîka, wa a‘thinî al-yusra, walâ taj‘al ma‘ahu al-‘usra, wa a‘imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu’minîna wal mu’minâti. 


Artinya:

“Ya Allah limpahkan rahmat ta’dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunan-Mu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudar-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat.”

Editor: Abdul Rahman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore