
Ilustrasi Zakat dan wakaf. (Istimewa)
JawaPos.com - Isu pengelolaan zakat dan wakaf menjadi perhatian publik di tengah tantangan pemerataan kesejahteraan umat. Potensi zakat nasional diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Aset wakaf produktif yang terus tumbuh dinilai masih belum tergarap maksimal.
Tingkat literasi masyarakat juga masih rendah, sehingga manfaat zakat dan wakaf kerap belum dirasakan secara luas. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut kolaborasi antar-lembaga menjadi kunci agar zakat dan wakaf bisa memberi manfaat yang lebih nyata.
“Syiar zakat dan wakaf harus semakin meluas di tengah masyarakat dan menjadi penggerak tumbuhnya kesadaran berzakat. Sinergi antar-lembaga penting agar manfaatnya merata,” ujar Nasaruddin Umar di sela ZaWa Fun Walk 2025 di Serambi Bimas Kemenag Thamrin, Jakarta, Minggu (21/9).
Ajang tersebut diikuti 1.445 peserta yang terdiri atas masyarakat umum, perwakilan 81 lembaga zakat dan wakaf, serta pegawai internal Kemenag. Selain fun walk, acara itu juga menjadi ruang penyaluran bantuan konkret. Kemenag bersama BAZNAS, BWI, dan sejumlah LAZ menyalurkan beasiswa senilai Rp 16,85 miliar bagi 153 mahasiswa, meresmikan 35 titik Kampung Zakat dengan nilai Rp 700 juta dan penyaluran manfaat lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menambahkan bahwa kegiatan itu juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dia menilai zakat dan wakaf bukan hanya ritual ibadah, melainkan juga instrumen sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan keadilan ekonomi.
Menurut Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur, langkah itu menunjukkan bahwa zakat dan wakaf bisa hadir dalam bentuk yang lebih modern dan produktif. "Masyarakat harus melihat bahwa zakat dan wakaf bukan sekadar konsep. Ia bisa menghadirkan beasiswa, sarana pendidikan, alat produksi, layanan kesehatan, hingga bantuan bencana. Ini bukti nyata bahwa zakat, wakaf adalah solusi umat,” tegasnya.
Sebagai informasi juga, Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan besar. Data BAZNAS menunjukkan indeks literasi zakat nasional baru menyentuh angka menengah, sementara banyak aset wakaf belum dikelola secara produktif.
Jika optimal, zakat dan wakaf bisa berperan besar dalam mengurangi kemiskinan dan mendukung target Indonesia Emas 2045. ZaWa Fun Walk 2025 pun diharapkan bukan hanya ajang seremonial, melainkan momentum memperkuat kesadaran publik sekaligus evaluasi pengelolaan zakat dan wakaf di tanah air.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
