
Ilustrasi zakat menjadi kewajiban yang mesti ditunaikan oleh umat Islam yang mampu secara finansial. (istockphoto.com)
JawaPos.com-Dalam ajaran Islam, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dipandang sebagai pilar penting dalam membangun keadilan sosial. Zakat adalah kewajiban yang bertujuan membersihkan harta sekaligus mendistribusikan kekayaan agar tidak hanya berputar di kalangan orang mampu.
Sementara infak dan sedekah, meski sifatnya sukarela, memiliki peran besar dalam menumbuhkan solidaritas dan meringankan beban sesama. Prinsip ini relevan sepanjang masa, terlebih di tengah tantangan sosial-ekonomi saat ini. Ketika jurang kemiskinan melebar dan daya beli masyarakat menurun, ZIS menjadi instrumen nyata yang mampu menyeimbangkan kondisi.
Namun, agar manfaatnya sampai tepat sasaran, pengelolaan dana umat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Di sinilah peran lembaga amil zakat (LAZ) diuji. Publik akan menaruh kepercayaan hanya pada lembaga yang terbukti konsisten menjaga integritas dan kinerjanya.
Salah satu contoh adalah Dompet Dhuafa, yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mempertahankan kepercayaan masyarakat. Dibuktikan dengan menyabet Top Brand Award 2025, yang menempatkan Dompet Dhuafa di posisi teratas kategori zakat dan amal.
Meski penghargaan tersebut bukan tujuan utama, hasilnya menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ZIS semakin meningkat, dan lembaga yang mampu menjawab kebutuhan publik akan terus relevan.
"Penghargaan ini adalah apresiasi yang kami dedikasikan kepada seluruh penerima manfaat, donatur, mitra, dan masyarakat yang telah mempercayakan amanahnya kepada Dompet Dhuafa. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pemberdayaan dan memastikan setiap rupiah donasi memberikan manfaat yang nyata," ungkap Ahmad Juwaini, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa melalui keterangannya.
Filantropi Islam di Era Digital
Fenomena meningkatnya partisipasi donasi digital juga memperlihatkan bahwa generasi muda ingin berzakat dan bersedekah dengan cara yang lebih praktis. Platform daring, aplikasi, hingga dompet digital kini menjadi sarana utama penyaluran dana umat.
Perubahan perilaku ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga zakat untuk memperluas jangkauan dan berinovasi tanpa kehilangan nilai-nilai syariah.
Lebih dari sekadar pengakuan atau penghargaan, keberhasilan lembaga zakat harus diukur dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat. Dompet Dhuafa, misalnya, menyalurkan program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-kemanusiaan, serta dakwah dan budaya.
Lima pilar tersebut diyakini menunjukkan bahwa dana umat bisa bertransformasi menjadi solusi jangka panjang, bukan hanya bantuan sesaat.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
