Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 19.13 WIB

Zakat, Infak, dan Sedekah: Jalan Kepedulian yang Menguatkan Masyarakat

Ilustrasi zakat menjadi kewajiban yang mesti ditunaikan oleh umat Islam yang mampu secara finansial.   (istockphoto.com) - Image

Ilustrasi zakat menjadi kewajiban yang mesti ditunaikan oleh umat Islam yang mampu secara finansial. (istockphoto.com)

JawaPos.com-Dalam ajaran Islam, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dipandang sebagai pilar penting dalam membangun keadilan sosial. Zakat adalah kewajiban yang bertujuan membersihkan harta sekaligus mendistribusikan kekayaan agar tidak hanya berputar di kalangan orang mampu. 

Sementara infak dan sedekah, meski sifatnya sukarela, memiliki peran besar dalam menumbuhkan solidaritas dan meringankan beban sesama. Prinsip ini relevan sepanjang masa, terlebih di tengah tantangan sosial-ekonomi saat ini. Ketika jurang kemiskinan melebar dan daya beli masyarakat menurun, ZIS menjadi instrumen nyata yang mampu menyeimbangkan kondisi. 

Namun, agar manfaatnya sampai tepat sasaran, pengelolaan dana umat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Di sinilah peran lembaga amil zakat (LAZ) diuji. Publik akan menaruh kepercayaan hanya pada lembaga yang terbukti konsisten menjaga integritas dan kinerjanya. 

Salah satu contoh adalah Dompet Dhuafa, yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mempertahankan kepercayaan masyarakat. Dibuktikan dengan menyabet Top Brand Award 2025, yang menempatkan Dompet Dhuafa di posisi teratas kategori zakat dan amal. 

Meski penghargaan tersebut bukan tujuan utama, hasilnya menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ZIS semakin meningkat, dan lembaga yang mampu menjawab kebutuhan publik akan terus relevan.

"Penghargaan ini adalah apresiasi yang kami dedikasikan kepada seluruh penerima manfaat, donatur, mitra, dan masyarakat yang telah mempercayakan amanahnya kepada Dompet Dhuafa. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pemberdayaan dan memastikan setiap rupiah donasi memberikan manfaat yang nyata," ungkap Ahmad Juwaini, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa melalui keterangannya.

Filantropi Islam di Era Digital

Fenomena meningkatnya partisipasi donasi digital juga memperlihatkan bahwa generasi muda ingin berzakat dan bersedekah dengan cara yang lebih praktis. Platform daring, aplikasi, hingga dompet digital kini menjadi sarana utama penyaluran dana umat. 

Perubahan perilaku ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga zakat untuk memperluas jangkauan dan berinovasi tanpa kehilangan nilai-nilai syariah.

Lebih dari sekadar pengakuan atau penghargaan, keberhasilan lembaga zakat harus diukur dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat. Dompet Dhuafa, misalnya, menyalurkan program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-kemanusiaan, serta dakwah dan budaya. 

Lima pilar tersebut diyakini menunjukkan bahwa dana umat bisa bertransformasi menjadi solusi jangka panjang, bukan hanya bantuan sesaat.

Dengan demikian, pesan yang ingin ditekankan dari berbagai capaian ini bukanlah sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah mampu menjadi energi kolektif untuk memperkuat masyarakat, mengurangi ketimpangan, dan membangun optimisme di tengah tantangan zaman. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore