
Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) di momen kick-off Annual International Conference on Islamic Studies Plus (AICIS+) di Jakarta (9/7). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kapan datangnya hari kiamat tidak ada yang tahu. Namun, beberapa waktu belakangan banyak yang menyebut kiamat sudah dekat. Karena banyak tanda-tanda kiamat yang sudah bermunculan.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pun angkat bicara soal kiamat. Dia mengajak umat manusia untuk sama-sama menunda atau memperlambat datangnya kiamat.
Nasaruddin mengatakan, memperlambat datangnya kiamat bisa diartikan sebagai upaya menjaga bumi tetap lestari. Kemudian sebagai umat beragama, harus bisa konsisten menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari.
"Karena tanpa ada ketuhanan dalam hati kita, maka kita akan menjadi binatang liar yang akan mempercepat dunia ini kiamat," kata Nasaruddin dalam kick-off Annual International Conference on Islamic Studies Plus (AICIS+) di Jakarta (9/7).
Nasaruddin mengatakan, untuk menciptakan dunia yang sejahtera, aman, damai, maka memang harus menggunakan bahasa teologi atau bahasa agama. Pasalnya bahasa politik, bahasa diplomasi, dan bahasa pemerintah terkadang tidak efektif untuk mengajak masyarakat menyadarkan diri.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, Kemenag berupaya membangun hubungan yang baik antara manusia, alam, dan Tuhan.
Sebelumnya, Kemenag menanamkan Trilogi Kerukunan. Yaitu kerukunan antara umat beragama, kerukunan internal umat beragama, dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah.
"Itu trilogi kerukunan jilid pertama. Sekarang kita kembangkan trilogi kerukunan jilid dua," jelasnya. Yaitu kerukunan antara sesama umat manusia tanpa membedakan etnik, jenis kelamin, agama, bahkan kewarganegaraan.
Kemudian hubungan harmonis antara manusia dengan alam semesta. "Kalau kita bicara tentang alam, ya alam semesta tak terkecuali. Entah itu dunia binatang, tumbuh-tumbuhan, termasuk benda mati," katanya. Lalu yang ketiga adalah kerukunan manusia dengan Tuhan.
Nasaruddin mengatakan, jika kerukunan itu bisa terwujud, maka dunia akan lestari. Pada akhirnya kiamat bisa ditunda. Lewat forum AICIS+ itu, Nasaruddin mengatakan Indonesia akan muncul di dunia dengan gagasan menjaga kelestarian alam dengan bahasa teologi.
"Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan dunia ini, kecuali dengan bahasa spiritual," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
