Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juli 2025 | 23.15 WIB

Banyak yang Sebut Kiamat Sudah Dekat, Menag Nasaruddin Umar Bagi Tips Memperlambat Datangnya Kiamat

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) di momen kick-off Annual International Conference on Islamic Studies Plus (AICIS+) di Jakarta (9/7). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos) - Image

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) di momen kick-off Annual International Conference on Islamic Studies Plus (AICIS+) di Jakarta (9/7). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kapan datangnya hari kiamat tidak ada yang tahu. Namun, beberapa waktu belakangan banyak yang menyebut kiamat sudah dekat. Karena banyak tanda-tanda kiamat yang sudah bermunculan.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pun angkat bicara soal kiamat. Dia mengajak umat manusia untuk sama-sama menunda atau memperlambat datangnya kiamat. 

Nasaruddin mengatakan, memperlambat datangnya kiamat bisa diartikan sebagai upaya menjaga bumi tetap lestari. Kemudian sebagai umat beragama, harus bisa konsisten menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Karena tanpa ada ketuhanan dalam hati kita, maka kita akan menjadi binatang liar yang akan mempercepat dunia ini kiamat," kata Nasaruddin dalam kick-off Annual International Conference on Islamic Studies Plus (AICIS+) di Jakarta (9/7). 

Nasaruddin mengatakan, untuk menciptakan dunia yang sejahtera, aman, damai, maka memang harus menggunakan bahasa teologi atau bahasa agama. Pasalnya bahasa politik, bahasa diplomasi, dan bahasa pemerintah terkadang tidak efektif untuk mengajak masyarakat menyadarkan diri. 

Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, Kemenag berupaya membangun hubungan yang baik antara manusia, alam, dan Tuhan.

Sebelumnya, Kemenag menanamkan Trilogi Kerukunan. Yaitu kerukunan antara umat beragama, kerukunan internal umat beragama, dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah. 

"Itu trilogi kerukunan jilid pertama. Sekarang kita kembangkan trilogi kerukunan jilid dua," jelasnya. Yaitu kerukunan antara sesama umat manusia tanpa membedakan etnik, jenis kelamin, agama, bahkan kewarganegaraan.

Kemudian hubungan harmonis antara manusia dengan alam semesta. "Kalau kita bicara tentang alam, ya alam semesta tak terkecuali. Entah itu dunia binatang, tumbuh-tumbuhan, termasuk benda mati," katanya. Lalu yang ketiga adalah kerukunan manusia dengan Tuhan. 

Nasaruddin mengatakan, jika kerukunan itu bisa terwujud, maka dunia akan lestari. Pada akhirnya kiamat bisa ditunda. Lewat forum AICIS+ itu, Nasaruddin mengatakan Indonesia akan muncul di dunia dengan gagasan menjaga kelestarian alam dengan bahasa teologi.

"Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan dunia ini, kecuali dengan bahasa spiritual," tandasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore