Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Juli 2025 | 19.42 WIB

Niat Puasa Tasua Lengkap dengan Keutamaan dan Hikmahnya

elafazkan niat puasa Senin-Kamis dan doa berbukanya membantu agar kita dapat lebih tulus dalam menjalankan dan berbuka penuh syukur (Freepik/Freepik) - Image

elafazkan niat puasa Senin-Kamis dan doa berbukanya membantu agar kita dapat lebih tulus dalam menjalankan dan berbuka penuh syukur (Freepik/Freepik)

JawaPos.com - Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 9 Muharram 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (5/7).

Pada 9 Muharram, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan puasa Tasua. Selain itu, umat Islam juga sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa tepat pada hari Asyura atau 10 Muharram.

Terdapat sejumlah keutamaan ketika melaksanakan puasa Tasua, sebagaimana dilansir dari NU Online. Pertama, puasa Muharram merupakan puasa paling utama untuk dilaksanakan setelah bulan Ramadhan, berdasarkan hadist Rasulullah SAW.

Kedua, puasa Tasua dilaksanakan pada bulan Muharram yang merupakan bulan mulia dan diagungkan oleh Allah. Bulan Muharram termasuk empat bulan mulia atau asyhurul hurum. Pada empat bulan dimuliakan tersebut, Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk berpuasa.

Ketiga, puasa di hari Tasua pada 9 Muharram dan puasa 11 Muharram menjadi pelengkap puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini sebagai pembeda bagi umat Islam dengan umat Yahudi yang juga berpuasa di hari Asyura.

Dalil Puasa Tasua

Melaksanakan puasa Tasua disandarkan pada dalil yang kuat. Diantara dalilnya adalah hadits riwayat Abdullah Ibnu Abbas

 عن عَبْد اللهِ بْن عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، يَقُولُ: حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ» قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 

Artinya, "Dari Abdullah Ibnu Abbas RA berkata: "Ketika Rasulullah saw berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh para sahabat juga berpuasa, mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, hari Asyura itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani." Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Kalau demikian, Insya Allah tahun depan kita berpuasa juga pada hari yang kesembilan. Abdullah Ibnu Abbas melanjutkan ceritanya: "Tetapi sebelum datang tahun depan yang dimaksud, Rasulullah saw telah wafat." [HR Muslim].

Hikmah Puasa Tasua

Dalam kitab Ma'mu' Syarah Muhadzab, Imam An-Nawawi mengungkapkan 3 hikmah di balik puasa hari Tasua. Pertama, untuk membedakan puasa dalam Islam dengan puasa yang biasa dilakukan kaum Yahudi pada hari Asyura. Seandainya tidak melaksanakan puasa Tasua, kita juga sunnah melaksanakan puasa pada tanggal 11 Muharram.

Jika memiliki kekuatan dalam berpuasa, alangkah lebih baiknya apabila melaksanakan puasa 3 hari sekaligus pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharam.

Hikmah kedua dari puasa Tasua adalah untuk menyambung puasa hari Asyura dengan puasa di hari lain. Ketiga, sebagai bentuk dari kehati-hatian dalam melaksanakan puasa Asyura.

Niat Puasa Tasua

Niat dalam pelaksanaan ibadah merupakan hal yang sangat penting karena menjadi penentu sah tidaknya ibadah. Oleh karena itu, kita harus berniat di dalam hati ketika akan melaksanakan puasa Tasua. Adapun lafadz niat melaksanakan puasa Tasua adalah sebagai berikut:

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore