Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Juni 2025 | 22.40 WIB

Indonesia Surplus 1,14 Juta Hewan Kurban, Kebutuhan Tembus 2 Juta Ekor tapi Stok Berlebih

Proses pemotongan hewan kurban di Mall Hewan Kurban H. Doni di Depok (6/6). (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Proses pemotongan hewan kurban di Mall Hewan Kurban H. Doni di Depok (6/6). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menaksir kebutuhan hewan kurban di Indonesia tahun ini mencapai dua juta ekor lebih.

Di tengah stok nasional yang melimpah, Kementan memastikan Indonesia masih surplus hewan kurban. Selain itu, Kementan juga memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi aman, sehat serta memenuhi aspek syariah. 

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan memproyeksikan tahun ini ketersediaan hewan kurban mencapai 3.217.397 ekor.

Di saat bersamaan, kebutuhan hewan kurban nasional pada tahun ini diperkirakan mencapai 2.074.269 ekor. Sehingga Indonesia surplus sekitar 1,14 juta ekor hewan kurban. 

Di tengah semaraknya perayaan Idul Adha, Kementan tetap menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Seperti kasus penyakit mulut dan kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan antraks.

Dirjen PKH Kementan Agung Suganda menyatakan, pengawasan hewan kurban dilakukan secara menyeluruh dengan mengerahkan lebih dari 9.743 petugas di seluruh Indonesia.

“Kami pastikan hewan kurban yang dipotong memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), bebas dari penyakit, serta sesuai kaidah kesejahteraan hewan,” ujar Agung dalam keterangannya Sabtu (7/6). 

Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Kemudian pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan, serta penilaian terhadap tempat pemotongan.

Tim pengawas terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Ditjen PKH, dinas provinsi/kabupaten/kota, Fakultas Kedokteran Hewan dari 11 universitas, hingga organisasi profesi seperti PDHI dan PAVETI.

Sementara itu, proses penyembelihan kurban di sejumlah lokasi berlangsung meriah. Ada kelompok masyarakat yang menyembelih di hari Jumat (6/6). Ada juga yang memilih hari ini, Sabtu (7/6) supaya tidak bersamaan dengan salat Jumat.

Sesuai aturan, penyembelihan hewan kurban selain di momen Idul Adha (10 Dzulhijjah) juga bisa dilakukan di hari tasyrikh (11-13 Dzulhijjah). 

Di antara pemotongan yang dilakukan pada hari Idul Adha adalah di Mall Hewan Kurban H. Doni di kawasan Kota Depok, Jawa Barat.

Menariknya, hewan kurban yang disembelih di lokasi tersebut ada juga yang berasal dari umat Islam asal Jerman dan Amerika Serikat, yang turut berkurban di Indonesia. Daging kurbannya didistribusikan sampai ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Total ada sekitar 50 hewan kurban titipan dari umat Islam asal Jerman. Kemudian ada dua ekor sapi dari umat Islam asal Amerika Serikat (AS).

Kolaborasi hewan kurban dari Jerman dan AS itu digalang Yayasan Solidaritas Bina Insan Kamil (Yasabil). Benny Wahyudi, selaku Ketua Pelaksanaan Kurban 2025 Yasabil mengatakan total hewan kurban yang terkumpul ada 200 ekor sapi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore