Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 04.42 WIB

Niat Puasa Sunah Bulan Dzulhijjah beserta Jadwalnya yang Perlu Diketahui Umat Islam

Ilustrasi umat muslim berdoa. - Image

Ilustrasi umat muslim berdoa.

JawaPos.com - Bulan Dzulhijjah dikenal sebagai salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam yang memiliki keutamaan khusus. Di dalam bulan ini, terdapat sejumlah hari yang sangat dianjurkan untuk berpuasa, terutama selama sepuluh hari pertama menjelang Hari Raya Iduladha.

Mengutip dari laman resmi baznas.go.id, puasa di bulan Dzulhijjah merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar. Amalan ini dipercaya mampu mendatangkan pahala berlipat ganda dan menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Sementara itu, berdasarkan penjelasan dari lampung.nu.or.id, Syekh Zakaria al-Anshari (wafat tahun 1520 M) dalam kitab Asna al-Muthalib menyatakan bahwa puasa pada tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah disunahkan bagi siapa pun, baik yang sedang menunaikan ibadah haji maupun yang tidak. Sedangkan untuk tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, puasa hanya disunahkan bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Sama seperti ibadah puasa lainnya, saat menjalankan puasa Dzulhijjah, seseorang diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga waktu magrib tiba.

Sebelum melaksanakan puasa, umat Islam dianjurkan untuk melafalkan niat terlebih dahulu. Waktu terbaik untuk membaca niat puasa Dzulhijjah adalah pada malam hari sebelum fajar menyingsing.

Meski demikian, untuk puasa sunah, diperbolehkan mengucapkan niat di pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan atau minum.

Agar puasa Dzulhijjah dapat dijalankan dengan benar dan maksimal, penting bagi umat Muslim untuk memahami bacaan niat dan mengetahui jadwal pelaksanaannya secara tepat.

- Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah yang Perlu Diketahui

Sebelum menjalankan puasa sunah di bulan Dzulhijjah, seorang Muslim dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Niat ini sebaiknya diucapkan pada malam hari, dimulai sejak matahari terbenam hingga sebelum fajar menyingsing.

Berikut adalah panduan lafal niat puasa Dzulhijjah berdasarkan tanggal dan jenis puasanya:
1. Niat puasa tanggal 1-7 Dzulhijjah
“Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah ta ala.”

2. Niat puasa tanggal 8-9 Dzulhijjah
a. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
"Nawaitu shauma ghadin an ada i sunnati yaumit tarwiyah lillahi ta ala."
Artinya: "Aku niat berpuasa sunah Tarwiyah esok hari karena Allah Swt."

b. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
"Nawaitu shauma ghadin an ada i sunnati Arafah lillahi ta ala."
Artinya: "Aku niat berpuasa sunah Arafah esok hari karena Allah Swt."

Adapun lafal niat puasa Dzulhijjah jika lupa berniat malam hari (di siang hari), yaitu:
1. Niat puasa tanggal 1-7 Dzulhijjah
“Nawaitu shauma hâdzal yaumi an adai syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta ala.”

2. Niat puasa tanggal 8-9 Dzulhijjah
a. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
“Nawaitu shauma hâdzal yaumi an ada i tarwiyata sunnatan lillahi ta ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah hari ini karena Allah ta ala.”

b. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
“Nawaitu shauma hâdzal yaumi an ada i arafata sunnatan lillahi ta ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah ta ala.”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore