Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 18.53 WIB

Meraih Ampunan dan Pahala Berlipat Ganda, Keutamaan Puasa Sunah di Bulan Dzulhijjah dalam Kehidupan Seorang Muslim

Ilustrasi puasa. (Photo by Toa Heftiba on Unsplash) - Image

Ilustrasi puasa. (Photo by Toa Heftiba on Unsplash)

JawaPos.com - Pada bulan Dzulhijjah yang penuh keutamaan, Rasulullah saw., menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa, khususnya pada 10 hari pertama bulan ini.

Menurut keterangan dari laman baznas.go.id, puasa di bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bentuk amalan yang sangat dianjurkan karena dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt., sekaligus meningkatkan ketakwaan.

Waktu pelaksanaan puasa ini pun sangat istimewa karena memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad saw.

Terkait waktu pelaksanaannya, dalam artikel yang dimuat di lampung.nu.or.id, Syekh Zakaria al-Anshari (wafat tahun 1520 M) dalam karya Asnâ al-Mathâlib menyebutkan bahwa puasa Dzulhijjah disunahkan sejak tanggal 1 hingga 9.

Puasa pada tanggal 1 sampai 7 disunahkan bagi siapa pun, baik yang sedang menjalankan ibadah haji maupun tidak. Sementara itu, puasa pada tanggal 8 (hari Tarwiyah) dan 9 (hari Arafah) hanya dianjurkan bagi orang yang tidak sedang berada di Tanah Suci untuk menunaikan haji.

Untuk tahun 2025, puasa sunah Dzulhijjah bisa mulai dilaksanakan dari hari Rabu, 28 Mei hingga hari Selasa, 3 Juni 2025. Sementara itu, Hari Raya Iduladha diperkirakan jatuh pada 10 Dzulhijjah, dan pada hari tersebut umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa.

Jadwal ini juga selaras dengan keputusan pemerintah melalui sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menentukan awal Dzulhijjah.

Sebelum melaksanakan puasa sunah ini, ada baiknya Anda memahami lebih dalam keutamaan yang terkandung di dalamnya. Berikut beberapa keutamaan dari ibadah puasa di bulan Dzulhijjah.

  1. Kesempatan Diampuni dari Dosa-Dosa

Hari Arafah, yang jatuh pada 9 Dzulhijjah, merupakan waktu istimewa yang tidak hanya dianjurkan untuk berpuasa, tetapi juga dipercaya sebagai momen di mana dosa-dosa bisa terhapus.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw., menyampaikan bahwa puasa pada Hari Arafah dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Ini menjadi peluang besar bagi umat Islam untuk meraih ampunan dari Allah Swt.

  1. Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Ibadah puasa di awal bulan Dzulhijjah membawa keutamaan luar biasa. Rasulullah saw., menyampaikan bahwa tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan ini.

Satu hari berpuasa dalam periode tersebut setara dengan berpuasa selama satu tahun, dan satu malam menghidupkan salat malam dinilai seperti salat pada malam Lailatul Qadar. Pahala yang besar ini menjadi daya tarik utama bagi banyak muslim untuk memperbanyak ibadah.

  1. Menjadi Jalan untuk Terhindar dari Siksa Neraka

Allah Swt., menjanjikan pembebasan dari siksa neraka bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah pada Hari Arafah. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tidak ada hari ketika Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak dibanding Hari Arafah.

Allah Swt., pun mendekat dan membanggakan para hamba-Nya di hadapan para malaikat. Keutamaan ini menjadi bukti betapa mulianya hari tersebut bagi yang berpuasa dan beribadah dengan sungguh-sungguh.

  1. Sarana Meningkatkan Ketakwaan

Berpuasa selama 10 hari pertama Dzulhijjah juga menjadi salah satu cara untuk memperkuat ketakwaan kepada Allah Swt. Ibadah ini mengajarkan kedisiplinan dalam menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, termasuk mengendalikan hawa nafsu.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore