Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Maret 2026, 06.42 WIB

5 Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan menurut Ustaz Adi Hidayat: Momentum Meraih Lailatul Qadar

Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan keutamaan 10 malam terakhir Ramadhan. (Puspen TNI) - Image

Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan keutamaan 10 malam terakhir Ramadhan. (Puspen TNI)

JawaPos.com-Sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Pada fase akhir bulan suci ini, peluang meraih berbagai keutamaan terbuka luas, termasuk kesempatan mendapatkan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Dalam kajian yang diunggah melalui kanal YouTube Ustaz Adi Hidayat Official, Adi Hidayat menjelaskan bahwa Muhammad SAW memberikan teladan khusus ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Ia mengutip hadis riwayat Aisyah RA yang diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari.

“Jika telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, Nabi SAW mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya,” jelas Adi Hidayat.

Menurutnya, kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan memiliki keistimewaan yang sangat besar sehingga Rasulullah meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.

Berikut beberapa keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadhan yang dijelaskan dalam kajian tersebut.

1. Rasulullah Meningkatkan Kesungguhan Ibadah

Adi Hidayat menjelaskan bahwa ungkapan “mengencangkan sarung” dalam hadis tersebut merupakan kiasan yang menggambarkan kesungguhan Rasulullah SAW dalam beribadah.

Pada masa itu, Nabi lebih memfokuskan diri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, seperti salat malam, zikir, dan membaca Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Menghidupkan Malam dengan Ibadah

Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah.

Kegiatan tersebut dapat berupa salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, maupun berdoa. Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi juga melakukan tadarus Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril selama Ramadhan.

Kebiasaan ini menjadi contoh bagi umat Islam agar memanfaatkan malam-malam akhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah.

3. Membiasakan Keluarga Beribadah

Selain beribadah secara pribadi, Rasulullah SAW juga membangunkan keluarganya untuk ikut menghidupkan malam-malam Ramadhan.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore