Ilustrasi najis dari air kencing anak. (Istimewa)
JawaPos.com - Mengetahui cara menyucikan najis termasuk yang paling penting untuk diketahui oleh umat Islam. Pasalnya, najis berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah yang kita laksanakan sehari-hari.
Ibadah sholat yang kita laksanakan dipastikan tidak sah apabila pakaian atau tempat sholatnya najis. Oleh sebab itu, dalam kitab fiqih yang menjadi tema pembahasan pertama, biasanya selalu tentang tata cara bersuci dari najis.
Bagi keluarga yang memiliki anak kecil, tentu tidak dapat terhindar dari najis akibat air kencing anak. Bahkan beberapa anak ada yang masih suka ngompol di tempat tidur meski sudah berusia 4-8 tahun.
Ketika karpet, kasur, lantai dan berbagai barang lain terkena kencing anak, ada orang yang memilih mengangkatnya lalu mencucinya dengan menyiramkan air secara keseluruhan permukaan kasur atau karpet. Hal itu tentu saja sah dan dapat menyucikan najis.
Hanya saja untuk kasur atau karpet yang cukup berat, melakukan cara dengan mengangkat dan kemudian mencuci secara keseluruhan cukup memberatkan.
Bagaimana cara menyucikan air kencing anak yang benar menurut Islam ?
Cara menyucikan najis air kencing anak sebenarnya cukup mudah dan sederhana tidak harus mengeluarkan energi ekstra.
Dalam kitab fiqih, ulama biasanya membedakan najis ke dalam dua kategori. Yaitu najis ainiyah (najis yang ada wujudnya dari sisi warna, bau, dan rasa) dan najis hukmiyah (najis yang tidak memiliki wujud atau tidak ada warna, bau, dan rasa).
Air kencing anak termasuk najis ainiyah karena memiliki wujud berupa air, warna, bau, dan juga rasa. Namun air kencing yang sudah kering dimana tidak lagi berbau, tidak berwarna, dan tidak ada rasanya, statusnya berubah menjadi najis hukmiyah.
Untuk air kencing yang masih basah yang ada di lantai, kasur, atau karpet, cara menyucikannya adalah dengan membasuhnya hingga warna, bau, dan rasanya menjadi hilang.
Sedangkan air kencing yang sudah kering, tidak ada bau, dan tidak berwarna, maka statusnya sudah termasuk najis hukmiyah. Cara menyucikannya cukup dengan menuangkan air satu kali di area yang terkena najis.
Supaya lebih praktis dan mudah menyucikannya, air kencing anak yang di lantai, karpet, atau kasur, bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:
Pertama, menjadikan najis ainiyah yang ada di lantai, karpet, atau kasur menjadi najis hukmiyah. Caranya dengan membuang air kencingnya terlebih dahulu sampai tidak ada bau, warna dan rasanya. Bisa dengan menggunakan sedikit air, mengelap, dan menggosok air kencing sampai bersih.
Setelah itu, biarkan air kencing kering terlebih dahulu dan sebaiknya ditandai area bekas air kencing karena secara hukum masih berstatus najis.
Kedua, setelah itu cara menyucikannya cukup dengan menuangkan air suci di area najis yang telah ditandai. Dengan dituangkannya air di sana, maka lantai, karpe,t atau kasur otomatis menjadi suci kembali.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
