Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 21.58 WIB

Bagaimana Membedakan Mimpi dari Allah SWT dan Setan? Ini Jawaban Sheikh Assim Al Hakeem

Ilustrasi orang sedang mimpi. (Pexels) - Image

Ilustrasi orang sedang mimpi. (Pexels)

JawaPos.com – Seseorang tidak bisa memilih mimpi ketika telah tertidur pulas. Ada kalanya mendapatkan mimpi baik maupun buruk. Apakah kedua mimpi tersebut berasal dari Allah SWT, atau justru ada campur tangan setan?

Cara membedakan mimpi dari Allah SWT dan setan terkadang terbesit di kepala ketika baru saja mengalami bunga tidur yang membuatmu masih terngiang-ngiang meskipun sudah terbangun.

Sebenarnya, tidak sulit untuk mengetahui apakah sebuah mimpi berasal dari Sang Pencipta atau bukan. Pendakwah Sheikh Assim Al Hakeem pernah menjawab pertanyaan seputar hal ini melalui kanal YouTube-nya.

Membedakan Mimpi dari Allah SWT dan Setan

Berdasarkan penjelasan dari Sheikh Assim Al Hakeem, Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan dalam sebuah hadits yang sahih. Pertama mengenai mimpi indah yang membuat seseorang terbangun dengan perasaan bahagia.

Ketika seseorang merasa begitu senang saat mendapatkan mimpi tertentu, Sheikh Assim mengatakan ini merupakan kabar gembira dari Allah SWT.

"Dan merupakan bagian dari kenabian yang tetap ada setelah berakhirnya masa kenabian," kata sang pendakwah, dikutip pada Kamis (13/3).

Sheikh Assim Al Hakeem berkata, mimpi baik seperti ini adalah bagian dari kenabian yang masih tersisa yakni penglihatan baik. Kemudian, ada jenis mimpi lain yaitu mimpi buruk.

Setiap orang pasti pernah mengalami bunga tidur tidak menyenangkan. Sampai-sampai saat bangun dari tidur pun muncul perasaan gelisah, takut dan rasa sedih bukan main. Apakah mimpi ini juga berasal dari Allah SWT.

"Nabi menyatakan bahwa mimpi-mimpi ini berasal dari setan," jelas Sheikh Assim Al Hakeem.

Sikap Setelah Mendapat Mimpi Buruk

Ketika menyadari baru saja mendapat mimpi buruk, Sheikh Assim Al Hakeem memberi tahu apa yang sebaiknya dilakukan saat terbangun. Pertama, seseorang dianjurkan mengucapkan 'A'udzu billahi minasy-syaithanir rajiim' yang bermakna 'Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk'.

Lalu, meludah kecil ke arah kiri sebanyak tiga kali dan jangan pernah menceritakan mimpi buruk kepada siapapun. Nabi Muhammad SAW menyebut mimpi tersebut tidak akan berpengaruh atau bahkan menyebabkan bahaya apapun kepada si pemimpi.

"Hanya Allah yang Maha Mengetahui," tutup Sheikh Assim Al Hakeem.

(*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore