
Photo
JawaPos.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, meminta kerelaan dari anggota parlemen koalisi pada Senin (26/10) untuk mendukung tawaran perdana menteri pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Najib Razak sendiri saat ini adalah anggota parlemen partai yang sekarang berkuasa. Tak pelak, kabar tersebut menjadi dinamika politik tak terduga yang terjadi di Malaysia.
Maklum saja, Najib Razak dan Anwar dulu bisa dibilang bermusuhan. Mereka berseteru dalam pemilu pada 2018. Anwar Ibrahim adalah salah satu pemimpin kunci dalam koalisi untuk mengalahkan Najib Razak dalam pemilihan bersejarah pada 2018. Najib Razak setelah lengser dari kursi Perdana Menteri, kemudian divonis korupsi dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Dia kemudian dibebaskan dengan jaminan dan telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
