
Warga ikut serta dalam demonstrasi di Marseille, Prancis. Serikat pekerja menyerukan hari protes nasional terhadap kebijakan pemerintah. (Guillaume Horcajuelo/EPA via Al Jazeera).
JawaPos.com - Perancis masih panas dengan rangkaian aksi demonstrasinya dan bersiap menghadapi gelombang demonstrasi besar setelah hingga 780 ribu orang diperkirakan turun ke jalan untuk memprotes tingginya biaya hidup akhir pekan ini.
Pemerintah mengerahkan 70 ribu personel polisi dan gendarmerie untuk mengamankan aksi yang melibatkan buruh, pegawai negeri, mahasiswa hingga kelompok rompi kuning (Yellow Vests).
Aksi tersebut dipicu tuntutan kenaikan upah dan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tekanan biaya hidup. Demonstrasi diperkirakan berlangsung di berbagai wilayah Perancis, dengan konsentrasi massa terbesar berada di luar Paris.
Kelompok gabungan serikat pekerja memperkirakan jumlah demonstran di luar Paris mencapai 500 ribu hingga 700 ribu orang. Sementara itu, sekitar 40 ribu hingga 80 ribu orang diperkirakan mengikuti aksi di ibu kota.
Penyiar televisi Prancis BFMTV melaporkan gelombang protes ini juga akan melibatkan pekerja, pensiunan, serta pelajar sekolah menengah dan mahasiswa. Gerakan demonstrasi mahasiswa sendiri telah berlangsung sejak pertengahan September.
Besarnya jumlah massa membuat pemerintah meningkatkan pengamanan di sejumlah titik. Menteri Dalam Negeri Perancis Laurent Nunez mengatakan, pola pengamanan akan menggunakan pendekatan yang sama seperti ketika menghadapi demonstrasi pada 31 Oktober."Persiapan keamanan akan benar-benar sama," kata Nunez.
Sebanyak 70 ribu polisi dan gendarmerie disiapkan untuk mengawal jalannya demonstrasi. Aparat juga akan didukung 26 kendaraan lapis baja, sekitar 15 kendaraan meriam air, helikopter, serta drone. Sejumlah unit kepolisian khusus, termasuk BRI, RAID, dan GIGN, turut dikerahkan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan.
Nunez mengatakan pengerahan personel dan peralatan tersebut bertujuan memastikan demonstran dapat menggunakan jalur yang aman. Pemerintah juga berupaya menghindari titik-titik sensitif, terutama kawasan pusat kota.
Pengamanan demonstrasi di Paris turut diwarnai perselisihan mengenai jalur pawai yang akan digunakan peserta aksi. Penyelenggara demonstrasi sebelumnya mengusulkan rute dari Place de la Bastille menuju Place de la Concorde, kawasan yang berada tidak jauh dari gedung Majelis Nasional Perancis.
Namun, kepolisian melarang penggunaan jalur tersebut dengan alasan meningkatnya ketegangan sosial dan kerusuhan yang terjadi di ibu kota pada 17 Oktober. Sebagai gantinya, kepolisian mengusulkan rute dari Place de la Republique menuju Place de la Nation.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022