Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Rian Alfianto
Kamis, 5 November 2026 | 20.34 WIB

JD Vance Sebut Perang Iran jadi Penyebab Kekalahan Telak Partai Republik

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. (Dok. Reuters)

JawaPos.com -  Wakil Presiden AS JD Vance secara terbuka menyebut, perang melawan Iran yang diperintahkan Presiden Donald Trump sebagai penyebab utama hilangnya kendali Partai Republik atas DPR dan Senat.Pernyataan Vance menjadi salah satu kritik paling keras terhadap kebijakan luar negeri Trump.

Melalui unggahan panjang di platform X pada Rabu (4/11), ia menilai keputusan melancarkan perang dengan Iran telah membawa konsekuensi politik besar bagi Partai Republik.

"Alasan sebenarnya kami kalah sudah jelas bagi hampir semua orang. Alasan kami kalah adalah perang. Presiden sendiri mengatakan hal itu tadi malam," tulis Vance.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Partai Republik kehilangan kendali atas dua kamar Kongres AS. Hasil ini menjadi pukulan serius bagi pemerintahan Trump karena dapat membatasi ruang gerak presiden dalam menjalankan agenda politik dan kebijakannya.

Namun, Trump tidak sepenuhnya mengakui bahwa perang Iran menjadi penyebab kekalahan partainya. Dalam pernyataan pada malam pemilihan, ia justru menyebut namanya tidak tercantum dalam surat suara sebagai salah satu faktor kekalahan.

Trump juga tetap mempertahankan keputusannya menyerang Iran.

Saat dimintai tanggapan mengenai kritik Vance pada Rabu, Trump mengakui perang tersebut berkontribusi terhadap kenaikan harga bahan bakar dalam jangka pendek.

"Saya pikir sebagian besar itu benar, karena perang Iran mendorong harga bensin sedikit naik dalam jangka pendek," kata Trump dalam sebuah acara yang membahas perkembangan pembangunan ballroom baru Gedung Putih.

Meski demikian, Trump menegaskan tidak akan mengubah keputusannya jika menghadapi situasi serupa.

"Tetapi pada saat yang sama, jika saya harus melakukannya lagi, saya akan tetap melakukannya, karena dalam jangka panjang, itu satu-satunya jawaban. Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," ujarnya dilansir terpisah via CBC.

JD Vance Pertanyakan Harga Politik Perang Iran

Perbedaan pandangan antara Trump dan Vance memperlihatkan munculnya persoalan serius di internal Partai Republik setelah kekalahan pemilu.

Trump masih menganggap perang Iran sebagai keputusan strategis yang diperlukan untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Sebaliknya, Vance mulai mempertanyakan apakah keuntungan strategis tersebut sebanding dengan kerugian politik yang harus ditanggung partainya.

"Jika Anda ingin berpendapat bahwa semua itu sepadan, bahwa kehilangan Senat untuk enam tahun ke depan sepadan dengan perang tersebut, silakan saja," tulis Vance.

Skala kekalahan Partai Republik memang masih menunggu penghitungan seluruh daerah pemilihan DPR. Namun, hasil sementara sudah dianggap sebagai salah satu kekalahan politik terbesar dalam sejarah pemilihan paruh waktu AS.

Dalam 80 tahun terakhir, hanya tiga kali seorang presiden yang sedang menjabat harus menyaksikan partainya kehilangan kendali atas DPR sekaligus Senat dalam pemilu paruh waktu.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore