
Foto memperlihatkan Mio, yang dikembangkan oleh Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA), saat menjalankan misi penelitian Merkurius. (JAXA/Kyodo)
JawaPos.com - Wahana antariksa Jepang, Mio, bersiap mengambil foto pertama planet Merkurius pada musim semi tahun depan. Probe yang menjadi bagian dari misi eksplorasi gabungan Jepang dan Eropa, BepiColombo, itu dijadwalkan tiba di planet terdekat dengan Matahari tersebut pada akhir bulan ini.
Mio diperkirakan akan merekam atmosfer Merkurius yang sangat tipis dan kemungkinan juga permukaan planetnya. Momen tersebut sekaligus menjadi awal persiapan pengamatan ilmiah secara menyeluruh setelah wahana itu menempuh perjalanan sekitar 10 miliar kilometer selama kurang lebih delapan tahun. Dilansir dari Kyodo, Rabu (4/11), informasi tersebut disampaikan sejumlah sumber yang mengetahui misi itu.
Merkurius merupakan planet terdekat dengan Matahari. Suhu ekstrem dan tarikan gravitasi Matahari yang kuat membuat planet ini sulit dijangkau sehingga masih relatif sedikit dieksplorasi.
BepiColombo menjadi misi pertama di dunia yang melibatkan dua wahana antariksa untuk mengorbit Merkurius secara bersamaan. Kedua wahana tersebut dikembangkan secara terpisah oleh Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA).
Baca Juga:Merkurius Sejajar dengan Jupiter Membawa 3 Zodiak Ini pada Era Kebahagiaan Sejati Mulai 13 Mei 2026
Dengan dilengkapi sistem perlindungan panas khusus, kedua wahana akan melakukan pengamatan dari orbit yang berbeda.
Mio diluncurkan dari Kourou, Guyana Prancis, pada Oktober 2018. Saat itu, wahana Jepang tersebut menempel pada Mercury Planetary Orbiter (MPO) milik Eropa dan dibawa menggunakan roket Ariane 5.
Perjalanan menuju Merkurius membutuhkan energi sangat besar. Karena itu, misi BepiColombo menjalani sembilan kali manuver bantuan gravitasi atau swing-by untuk mengubah lintasan dan kecepatan wahana sekaligus menghemat bahan bakar.
Kedatangan BepiColombo semula direncanakan pada Desember 2025. Namun, masalah pada sistem propulsi membuat jadwal tersebut mundur sekitar satu tahun.
Satu-satunya instrumen pencitraan yang dibawa Mio adalah Mercury Sodium Atmospheric Spectral Imager. Setelah terpisah dari MPO pada awal Desember tahun ini, Mio akan mengambil gambar Merkurius dan lingkungan di sekitarnya, kemudian mengirimkannya ke Bumi melalui antenanya sendiri.
Kamera tersebut dirancang untuk mendeteksi cahaya yang dipancarkan atom natrium di sekitar Merkurius. Hasil pengamatan itu memungkinkan para ilmuwan memvisualisasikan luas dan perubahan atmosfer planet tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022