Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2026 | 20.20 WIB

Setelah 8 Tahun Mengarungi Antariksa, Probe Milik Jepang Bersiap Memotret Merkurius

Foto memperlihatkan Mio, yang dikembangkan oleh Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA), saat menjalankan misi penelitian Merkurius. (JAXA/Kyodo) - Image

Foto memperlihatkan Mio, yang dikembangkan oleh Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA), saat menjalankan misi penelitian Merkurius. (JAXA/Kyodo)

JawaPos.com - Wahana antariksa Jepang, Mio, bersiap mengambil foto pertama planet Merkurius pada musim semi tahun depan. Probe yang menjadi bagian dari misi eksplorasi gabungan Jepang dan Eropa, BepiColombo, itu dijadwalkan tiba di planet terdekat dengan Matahari tersebut pada akhir bulan ini.

Mio diperkirakan akan merekam atmosfer Merkurius yang sangat tipis dan kemungkinan juga permukaan planetnya. Momen tersebut sekaligus menjadi awal persiapan pengamatan ilmiah secara menyeluruh setelah wahana itu menempuh perjalanan sekitar 10 miliar kilometer selama kurang lebih delapan tahun. Dilansir dari Kyodo, Rabu (4/11), informasi tersebut disampaikan sejumlah sumber yang mengetahui misi itu.

Merkurius merupakan planet terdekat dengan Matahari. Suhu ekstrem dan tarikan gravitasi Matahari yang kuat membuat planet ini sulit dijangkau sehingga masih relatif sedikit dieksplorasi.

BepiColombo menjadi misi pertama di dunia yang melibatkan dua wahana antariksa untuk mengorbit Merkurius secara bersamaan. Kedua wahana tersebut dikembangkan secara terpisah oleh Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA).

Dengan dilengkapi sistem perlindungan panas khusus, kedua wahana akan melakukan pengamatan dari orbit yang berbeda.

Mio diluncurkan dari Kourou, Guyana Prancis, pada Oktober 2018. Saat itu, wahana Jepang tersebut menempel pada Mercury Planetary Orbiter (MPO) milik Eropa dan dibawa menggunakan roket Ariane 5.

Perjalanan menuju Merkurius membutuhkan energi sangat besar. Karena itu, misi BepiColombo menjalani sembilan kali manuver bantuan gravitasi atau swing-by untuk mengubah lintasan dan kecepatan wahana sekaligus menghemat bahan bakar.

Kedatangan BepiColombo semula direncanakan pada Desember 2025. Namun, masalah pada sistem propulsi membuat jadwal tersebut mundur sekitar satu tahun.

Satu-satunya instrumen pencitraan yang dibawa Mio adalah Mercury Sodium Atmospheric Spectral Imager. Setelah terpisah dari MPO pada awal Desember tahun ini, Mio akan mengambil gambar Merkurius dan lingkungan di sekitarnya, kemudian mengirimkannya ke Bumi melalui antenanya sendiri.

Kamera tersebut dirancang untuk mendeteksi cahaya yang dipancarkan atom natrium di sekitar Merkurius. Hasil pengamatan itu memungkinkan para ilmuwan memvisualisasikan luas dan perubahan atmosfer planet tersebut.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore