
Ilustrasi demonstrasi, salah satu bentuk gerakan anak muda di Indonesia. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kesulitan memperoleh pekerjaan layak, tingginya biaya hidup, mahalnya hunian, dan ketidakpercayaan pada penegakan hukum menjadi sumber keresahan generasi muda Indonesia.
Ketika berbagai persoalan itu bertemu dengan peristiwa pemicu dan gerakan yang mampu menyatukan kelompok masyarakat, ketidakpuasan tersebut berpotensi berkembang menjadi gelombang protes dan tekanan politik yang lebih luas.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Al Azhar Indonesia, Pizaro Gozali Idrus, menilai gelombang protes anak muda di berbagai negara tidak bisa dipandang sekadar sebagai luapan emosi sesaat.
Perubahan politik membutuhkan proses yang menghubungkan keresahan masyarakat dengan konsolidasi gerakan.
Dalam konteks Indonesia, persoalan ekonomi dan keadilan hukum menjadi dua isu yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Namun, keresahan anak muda tidak otomatis langsung memicu demonstrasi besar-besaran.
Perkembangannya bergantung pada bagaimana persoalan tersebut ditangani, kemampuan gerakan membangun dukungan, serta tersedianya saluran politik yang dipercaya masyarakat.
“Faktor utamanya bukanlah semata-mata krisis ekonomi, korupsi, atau merosotnya kepercayaan publik yang berdiri sendiri, melainkan kemampuan gerakan tersebut untuk melompat dari aksi protes moral menuju konsolidasi organisasi politik yang solid,” kata Pizaro kepada JawaPos.com.
Menurut dia, krisis ekonomi, penyalahgunaan kekuasaan, dan korupsi sistemik dapat menjadi pemicu demonstrasi.
Namun, tanpa organisasi dan strategi yang jelas, kemarahan masyarakat berisiko kehilangan momentum sebelum menghasilkan perubahan politik yang berarti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022