Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 18.46 WIB

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari Desak AS-Iran Patuhi MoU Islamabad

Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari setelah menerima penghargaan "Nishan-e-Pakistan." (Antara/Setpres) - Image

Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari setelah menerima penghargaan "Nishan-e-Pakistan." (Antara/Setpres)

JawaPos.com - Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk saling menahan diri dan mematuhi komitmen mereka berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang dicapai pada Juni untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Zardari menyerukan agar perbedaan diselesaikan melalui dialog dan diplomasi, sekaligus menekankan pentingnya navigasi maritim yang aman melalui Selat Hormuz dan Laut Merah.

Pernyataan tersebut disampaikan Zardari, Selasa (13/10), saat bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Rusia Vladimir Kolokoltsev di Islamabad, dilansir dari Antara, Rabu (14/10).

Menurut pernyataan Kantor Kepresidenan Pakistan, Zardari menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas meningkatnya ketegangan di Teluk, terutama serangan terhadap lalu lintas laut, fasilitas energi, dan infrastruktur penting.

Dia juga memperingatkan konflik tersebut menimbulkan tantangan serius bagi stabilitas kawasan, ketahanan energi global, perdagangan, dan rantai pasokan, serta menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua negara.

Dalam pertemuan itu, Kolokoltsev sedang melakukan kunjungan resmi selama empat hari ke Pakistan, yang merupakan kunjungan pertamanya sebagai mendagri Rusia ke negara di Asia Selatan tersebut.

Kolokoltsev menyebut nilai perdagangan bilateral kedua negara, yang mencapai 243,4 juta dolar AS pada tahun fiskal 2025, masih berada di bawah potensi yang dapat dicapai.

Dia mendesak kedua negara untuk menerjemahkan niat baik para pemimpin mereka menjadi hasil nyata.

Mendagri Rusia itu juga menyampaikan volume perdagangan kedua negara belum mencerminkan kekuatan hubungan bilateral, seraya menyebut masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan perdagangan.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore