Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2026 | 18.19 WIB

Oposisi Jepang Terpecah, Pemerintahan Sanae Takaichi Makin Diuntungkan

Pemimpin Centrist Reform Alliance Junya Ogawa (tengah) berbicara setelah pertemuan dengan Ketua Komeito Toshiko Takeya (kiri) dan Ketua Partai Demokrat Konstitusional Jepang Shunichi Mizuoka di parlemen di Tokyo pada 31 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, mereka membatalkan rencana untuk menyelesaikan proses merger. (Kyodo) - Image

Pemimpin Centrist Reform Alliance Junya Ogawa (tengah) berbicara setelah pertemuan dengan Ketua Komeito Toshiko Takeya (kiri) dan Ketua Partai Demokrat Konstitusional Jepang Shunichi Mizuoka di parlemen di Tokyo pada 31 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, mereka membatalkan rencana untuk menyelesaikan proses merger. (Kyodo)

JawaPos.com - Pecahnya Centrist Reform Alliance (CRA), aliansi oposisi utama Jepang yang baru berusia sekitar delapan bulan, kembali menunjukkan sulitnya partai-partai oposisi bersatu untuk menjadi kekuatan yang mampu menggantikan Partai Demokrat Liberal (LDP) sebagai penguasa. Perpecahan ini sekaligus berpotensi memperkuat posisi koalisi pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi.

CRA terbentuk dari anggota Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDPJ) dan Komeito, tetapi gagal mempertahankan persatuan setelah pembicaraan mengenai penggabungan kedua partai menemui jalan buntu. Dilansir dari Kyodo, Kamis (10/9), perpecahan tersebut diperkirakan membuat kubu oposisi Jepang tetap terfragmentasi ketika Takaichi bersiap memasuki tahun kedua masa jabatannya.

Pembentukan CRA sebelumnya diharapkan menjadi alternatif bagi pemilih terhadap kubu penguasa, terutama menjelang sejumlah pemilihan daerah penting yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Namun, kegagalan aliansi tersebut justru menimbulkan kekecewaan bagi pemilih yang berharap oposisi dapat menghadirkan kekuatan politik yang lebih solid.

"Sulit membayangkan orang memilih sebuah partai berdasarkan kepercayaan, hanya untuk melihatnya tiba-tiba bubar setelah baru sekitar setengah tahun," kata Hiroshi Shiratori, profesor politik di Hosei University.

CRA diluncurkan beberapa pekan sebelum pemilihan umum Februari oleh anggota CDPJ dan Komeito. Kedua kelompok memiliki perbedaan dalam sejumlah isu penting, termasuk keamanan dan energi.

Aliansi tersebut juga gagal menghilangkan kritik bahwa pembentukannya lebih ditujukan untuk menghadapi pemilu daripada membangun kekuatan politik jangka panjang. Setelah hasil pemilu menunjukkan kekalahan besar, rencana penggabungan penuh kedua kelompok akhirnya terhenti.

Pada akhir Agustus, kedua pihak mengakui rencana merger tidak dapat dilanjutkan. Pada Rabu (9/9), Ketua CRA Junya Ogawa mengumumkan aliansi tersebut akan pecah berdasarkan garis partai asal. Anggota Komeito akan kembali ke partai mereka sebelumnya, sedangkan kubu CDPJ mempertimbangkan pembentukan wadah politik baru.

Satu anggota parlemen akan tetap berada di CRA untuk menyelesaikan urusan internal. Di sisi lain, kedua kelompok berencana membentuk kaukus parlemen bersama di majelis rendah dengan membawa nama sentris. Langkah itu dimaksudkan untuk mempertahankan posisi mereka sebagai salah satu blok terbesar di House of Representatives.

Ogawa mengatakan tantangan terbesar adalah kedua partai harus mengerjakan proyek politik jangka panjang yang membutuhkan waktu "beberapa dekade", sementara mereka beroperasi dalam siklus pemilu yang jauh lebih pendek.

Profesor politik Aichi Gakuin University Tadashi Mori menilai aliansi tersebut sejak awal sudah "tidak selaras". Upaya membentuk kaukus parlemen bersama juga dinilai berpotensi mempertahankan kesan bahwa kedua pihak setengah hati dalam membangun kekuatan politik baru.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore