Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 16.39 WIB

Kasus Sifilis Tembus 13.000, Jepang Kekurangan Obat Penisilin

Bendera Jepang. (Kyodo) - Image

Bendera Jepang. (Kyodo)

JawaPos.com - Kelangkaan penisilin, obat pilihan utama untuk mengobati sifilis, masih berlangsung di Jepang ketika jumlah kasus penyakit menular seksual tersebut tetap tinggi. Produksi obat yang terhenti akibat kerusakan peralatan di fasilitas manufaktur diperkirakan baru kembali pada paruh kedua 2027.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi ibu hamil karena penisilin juga merupakan satu-satunya obat yang direkomendasikan untuk mencegah penularan sifilis dari ibu ke bayi. Dilansir dari Kyodo, Rabu (9/9), Japanese Society for Sexually Transmitted Infections meminta tenaga medis memprioritaskan penggunaan penisilin untuk pasien hamil.

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang semakin banyak dilaporkan sejak sekitar akhir pandemi Covid-19. Jumlah kasus di Jepang meningkat dari sekitar 6.000 kasus pada 2020 menjadi lebih dari 13.000 kasus pada 2025.

Jika sifilis ditularkan kepada janin melalui plasenta, penyakit tersebut dapat menyebabkan bayi lahir mati atau lahir prematur. Penularan juga dapat menyebabkan sifilis kongenital yang berpotensi menimbulkan kelainan saraf dan tulang pada anak.

Di tengah kondisi tersebut, obat sifilis produksi Pfizer Inc. ditarik secara sukarela pada Juli 2025 setelah ditemukan kontaminasi benda asing. Beberapa bulan kemudian, pada November 2025, terjadi kerusakan peralatan di fasilitas produksi perusahaan.

Pfizer mengatakan pengiriman obat diperkirakan baru dapat dilanjutkan sekitar "paruh kedua tahun depan". Perusahaan menyebut persiapan fasilitas produksi dan pemeriksaan regulator membutuhkan waktu sebelum produksi dan distribusi dapat kembali dilakukan.

Organisasi medis Jepang tersebut pada 24 Agustus menerbitkan panduan bagi fasilitas kesehatan. Mereka meminta dokter menghindari pemberian resep yang tidak diperlukan setelah mempertimbangkan kondisi masing-masing pasien.

Apotek juga diminta tidak melakukan pemesanan dalam jumlah besar karena kekhawatiran terhadap pasokan. Organisasi tersebut mengusulkan agar penisilin diprioritaskan untuk ibu hamil serta pasien yang tidak dapat menggunakan obat alternatif.

Hiroshige Mikamo, profesor di Asahi University, Prefektur Gifu, menyebut langkah tersebut sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi kesempatan pasien mendapatkan pengobatan.

Profesor yang juga memimpin komite sifilis organisasi tersebut itu mengingatkan pasien agar tetap mencari perawatan medis meskipun terjadi kelangkaan obat.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore