Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 23.46 WIB

Tangis Orang Tua Palestina di Tepi Barat: 235 Anak Tewas, Tak Ada Satu Pun Tentara Israel DIdakwa

Aliyah al-Halaq menunjukkan foto putranya, Mohammad al-Halaq (9), yang tewas ditembak tentara Israel di Desa ar-Rihiya, Tepi Barat, pada Oktober tahun lalu (The Guardian) - Image

Aliyah al-Halaq menunjukkan foto putranya, Mohammad al-Halaq (9), yang tewas ditembak tentara Israel di Desa ar-Rihiya, Tepi Barat, pada Oktober tahun lalu (The Guardian)

JawaPos.com - Keluarga korban, organisasi hak asasi manusia, hingga penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mempertanyakan minimnya akuntabilitas atas kematian ratusan anak Palestina di Tepi Barat. Hingga kini, tidak ada satu pun tentara Israel yang didakwa terkait pembunuhan warga Palestina sejak perang Gaza meletus pada 7 Oktober 2023, meski jumlah korban anak terus bertambah.

Di tengah belum adanya pertanggungjawaban hukum tersebut, keluarga korban menyampaikan kesedihan sekaligus mempertanyakan apakah kematian anak-anak Palestina benar-benar dapat dihentikan. Sejumlah organisasi hak asasi manusia menilai kondisi itu mencerminkan budaya impunitas yang membuat penggunaan kekuatan mematikan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, berlangsung tanpa konsekuensi hukum.

Dilansir dari The Guardian, Senin (29/6/2026), sedikitnya 235 anak dan remaja Palestina tewas akibat tindakan pasukan Israel di Tepi Barat sejak 7 Oktober 2023. Selain itu, lima anak lainnya dilaporkan meninggal akibat kekerasan yang dilakukan pemukim Israel. 

Periode tersebut bermula setelah serangan Hamas ke Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang, termasuk sekitar 800 warga sipil dan 38 anak, yang kemudian diikuti operasi militer Israel di Jalur Gaza serta meningkatnya operasi keamanan di Tepi Barat.

Salah satu korban ialah Mohammad al-Halaq, bocah berusia sembilan tahun asal ar-Rihiya, di selatan Hebron. Pada hari terakhir hidupnya, ia pulang dari sekolah dengan penuh kegembiraan setelah menerima tas baru bergambar logo Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF). Beberapa jam kemudian, ketika bermain sepak bola bersama teman-temannya di halaman sekolah, Mohammad ditembak seorang tentara Israel setelah dua kendaraan jip militer memasuki lokasi tersebut.

Menurut kesaksian keluarganya, anak-anak yang berada di lapangan langsung berlarian menyelamatkan diri. Rekaman video memperlihatkan seorang tentara keluar dari kendaraan, mengarahkan senapan ke arah bukit tempat sejumlah anak berkumpul, lalu melepaskan tembakan. 

Mohammad sempat melangkah beberapa langkah sebelum tersungkur. Upaya teman-temannya untuk menolong juga disebut terhambat akibat tembakan lanjutan dan gas air mata.

"Saya langsung bertanya, 'Apakah itu anak saya, Mohammad? Tolong katakan yang sebenarnya.' Namun, telepon itu langsung ditutup ketika mereka menyadari yang berbicara adalah saya," tutur ibunya, Aliyah.

Sementara itu, organisasi hak asasi manusia Israel, B'Tselem, melalui laporan Unshielded Childhood mengungkap sedikitnya 54 anak Palestina tewas akibat tindakan pasukan Israel sepanjang 2025. Direktur Eksekutif B'Tselem, Yuli Novak, menilai tingginya jumlah korban merupakan konsekuensi dari kebijakan yang memungkinkan penggunaan kekuatan mematikan tanpa akuntabilitas.

"Sistem ini bukan sekadar melindungi para penembak, tetapi pada praktiknya memberi mereka izin untuk membunuh," ujarnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore