Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 01.40 WIB

USS Abraham Lincoln Tampak Kusam dan Penuh Karat Saat Bersandar di Thailand

Ilustrasi kondisi USS Abraham Lincoln. (USA Today). - Image

Ilustrasi kondisi USS Abraham Lincoln. (USA Today).

JawaPos.com - USS Abraham Lincoln tiba di Thailand pada Rabu (2/9) dengan penampilan yang jauh dari kesan kapal induk modern milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Lambungnya terlihat dipenuhi jejak karat, sementara lapisan cat di sepanjang garis air tampak kusam, belang, dan menurun kondisinya setelah kapal menjalani 286 hari di laut.

Pemandangan USS Abraham Lincoln di Pelabuhan Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand itu memperlihatkan jelas bekas panjangnya masa penugasan kapal induk bertenaga nuklir tersebut.

Dari kejauhan, ukuran raksasa dan dek penerbangannya tetap membuat Lincoln tampak mengesankan. Berbagai pesawat dan helikopter masih memenuhi dek, termasuk jet tempur F-35.

Namun ketika perhatian beralih ke bagian lambung, kesan tersebut berubah.

Permukaan logam di sejumlah bagian tampak berkarat, sementara cat di dekat garis air terlihat tidak lagi seragam. Warna permukaan kapal tampak belang dan berbintik, dengan bagian-bagian tertentu memperlihatkan jejak keausan yang kontras dengan citra kapal perang AS yang biasanya tampil bersih dan terawat.

Karat terlihat terutama sebagai perubahan warna pada permukaan logam, sementara lapisan cat di sekitar garis air tampak mengalami perubahan warna dan kehilangan tampilan mulusnya. Bekas paparan air laut selama berbulan-bulan terlihat jelas pada bagian luar kapal.

Penampilan tersebut menjadi gambaran kasatmata dari panjangnya perjalanan Lincoln di laut.

Diketahui, USS Abraham Lincoln mencatat 286 hari di laut tanpa kunjungan pelabuhan penuh, sebuah durasi yang diyakini menjadi rekor modern bagi kapal induk AS.

Kapal tersebut dikerahkan sejak November dan menjalankan operasi di kawasan Timur Tengah, termasuk menjadi bagian penting dari blokade Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz.

Penugasan tersebut jauh lebih panjang dibandingkan pengerahan normal kapal Angkatan Laut AS yang umumnya berlangsung sekitar enam hingga sembilan bulan. Kondisi konflik memungkinkan masa penugasan diperpanjang, tetapi konsekuensinya juga terlihat pada tingkat keausan kapal.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore