
Ilustrasi serangan AS ke Iran yang menewaskan warga sipil saat sedang melangsungkan pesta pernikahan. (AP).
JawaPos.com - Iran kembali melancarkan serangan ke sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk setelah AS menggempur sasaran militer Iran. Eskalasi ini membuat harga minyak Brent mendekati USD 95 per barel dan memunculkan kekhawatiran konflik berubah menjadi perang terbuka.
Sirene serangan udara terdengar di Kuwait pada Rabu pagi. Sistem pertahanan udara negara itu dikerahkan untuk mencegat rudal dan drone Iran yang masuk ke wilayahnya.
Kementerian Pertahanan Kuwait menyebut serangan tersebut sebagai 'agresi Iran yang terang-terangan'. Namun bukan alasan Iran kembali marah dan menyasar sekutu AS di kawasan.
Serangan Iran terjadi setelah Amerika Serikat melakukan bombardir pada malam sebelumnya. Media pemerintah Iran menyebut salah satu serangan AS menghantam pesta pernikahan dan menyebabkan korban jiwa.
Eskalasi ini sekaligus mengakhiri jeda pertempuran selama sekitar satu bulan. Konflik yang telah berlangsung selama enam bulan tersebut kini kembali mengancam stabilitas kawasan dan pasar energi dunia.
Dampak paling cepat terlihat di pasar minyak. Melansir AP News, harga minyak mentah Brent, yang menjadi patokan internasional, kini berada di sekitar USD 95 per barel, naik lebih dari 30 persen sejak perang dimulai.
Kenaikan tersebut terjadi ketika perhatian dunia kembali tertuju pada Selat Hormuz, jalur strategis yang sangat penting bagi perdagangan minyak global.
Sascha Bruchmann, analis International Institute for Strategic Studies di kantor Timur Tengah Bahrain, menilai Iran berusaha mengembalikan ketidakpastian di pasar energi setelah Amerika Serikat mencoba menenangkan pasar.
"Amerika Serikat sedang mencoba untuk memasang kembali semacam kepercayaan ke pasar minyak global... dan Iran harus menanggapinya dengan menanamkan kembali rasa tidak aman dan keraguan," kata Bruchmann.
Artinya, setiap eskalasi di sekitar Selat Hormuz berpotensi kembali mengerek harga minyak. Jika gangguan terhadap jalur pelayaran meluas, dampaknya dapat merembet ke biaya energi, transportasi, inflasi dan perekonomian global.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022