Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 02.14 WIB

Pemprov Kalbar Terima Hibah AI, Bisa Prediksi Lokasi dan Waktu Karhutla 24 Bulan ke Depan

Kondisi karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8). (BPBD Kabupaten Bulungan) - Image

Kondisi karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8). (BPBD Kabupaten Bulungan)

JawaPos.com - Teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) membantu memprediksi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berhasil dibuat. Teknologi ini bisa memprediksi lokasi hingga waktu 24 bulan ke depan. 

Pengusaha sekaligus pengembang teknologi asal Kalimantan Barat, Hajon Mahdy menghibahkan teknologi ini kepada Pemprov Kalbar. Dia berharap upaya pencegahan karhutla lebih maksimal.

Sistem yang dikembangkan Hotama Technologies ini menggunakan pendekatan predictive analytics berbasis AI, dengan mengolah berbagai variabel dan data terkait untuk menghasilkan pemetaan tingkat risiko Karhutla pada suatu wilayah dalam periode tertentu.

Teknologi ini tidak menghasilkan prediksi absolut, melainkan bersifat meningkatkan probabilitas dan tingkat risiko untuk mengetahui lokasi dan waktu karhutla.

“Selama ini teknologi banyak digunakan ketika titik api sudah muncul. Kami ingin mendorong pendekatan yang lebih preventif. Dengan data yang cukup, AI dapat membantu membaca pola dan memberikan gambaran risiko jauh lebih awal, sehingga kita memiliki waktu untuk melakukan mitigasi,” ujar Hajon, Kamis (27/8).

AI ini sudah dikenalkan dalam diskusi penanganan Karhutla yang diinisiasi PMI Kalimantan Barat.

Teknologi tersebut kini membutuhkan sumber data untuk membuat prediksi. Semakin lengkap dan berkualitas data yang tersedia, peluang model menghasilkan pemetaan risiko juga meningkat.

Salah satu fitur utama yang dikembangkan adalah Peat Fire Vulnerability Index (PFVI), sebuah indeks yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi dan memetakan tingkat kerentanan kebakaran pada kawasan gambut.

Keberadaan PFVI menjadi penting karena kawasan gambut memiliki karakteristik kebakaran yang berbeda dengan lahan mineral. Ketika gambut mengering, api dapat menjalar ke lapisan bawah permukaan sehingga lebih sulit dideteksi dan dipadamkan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore