Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Agustus 2026 | 04.35 WIB

Studi Ungkap Jawaban Agen AI Ternyata Bisa Ikut-ikutan Suara Mayoritas, Bahkan Saat Jawaban Tersebut

Ilustrasi Agen AI yang bisa memberikan jawaban suara mayoritas, bahkan ketika jawabannya salah / Foto: (Psypost) - Image

Ilustrasi Agen AI yang bisa memberikan jawaban suara mayoritas, bahkan ketika jawabannya salah / Foto: (Psypost)

JawaPos.com — Kecerdasan buatan (AI) ternyata tidak selalu mempertahankan jawaban yang benar ketika berhadapan dengan pendapat kelompok. Studi terbaru menemukan bahwa agen AI dapat mengikuti suara mayoritas dan mengubah pilihannya berdasarkan pendapat yang paling banyak dianut agen lain. 

Dalam kondisi tertentu, kecenderungan tersebut bahkan membuat agen yang semula mampu menjawab dengan benar mengikuti jawaban mayoritas yang salah.

Temuan itu berasal dari studi “AI agents can coordinate via majority-following beyond human scale” karya Giordano De Marzo, Claudio Castellano, dan David Garcia yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances. 

Dilansir dari PsyPost, Senin (24/8/2025), penelitian ini mengkaji bagaimana model AI berperilaku ketika ditempatkan dalam kelompok dan saling memengaruhi. “Agen AI adalah entitas baru yang benar-benar bertindak di dunia, dan ketika teknologi ini muncul, sudah jelas bahwa teknologi tersebut akan bertahan serta agen-agen ini harus saling berinteraksi untuk menyelesaikan sesuatu yang kompleks,” kata De Marzo, peneliti pascadoktoral dan dosen di Laboratorium Ilmu Data Sosial, Center for Data and Methods, University of Konstanz.

Agen AI Spontan Mengikuti Suara Mayoritas

Dalam eksperimen awal, peneliti menggunakan model dari keluarga GPT, Claude, dan Llama dalam kelompok dengan ukuran berbeda, mulai dari 50 agen. Setiap agen menerima salah satu dari dua pendapat netral yang dipilih secara acak. Untuk menghindari pengaruh makna kata, pilihan tersebut menggunakan huruf acak.

Pada setiap putaran, agen diperlihatkan pendapat seluruh anggota kelompok dan diminta menentukan pilihannya kembali. Tidak ada instruksi untuk mengikuti mayoritas atau mencapai kesepakatan.

Meski demikian, GPT-4 Turbo dan Claude 3 Opus akhirnya mencapai konsensus penuh. Sebanyak 100 persen agen dalam kelompok tersebut memilih satu pendapat. Sebaliknya, GPT-3.5 Turbo tidak mencapai konsensus dan pilihannya tetap berfluktuasi di sekitar 50:50.

“Kelompok agen AI dapat tetap bersatu dengan sendirinya. Ketika diberikan dua pilihan yang sama-sama baik, tanpa jawaban yang benar dan tanpa instruksi untuk sepakat, mereka mencapai pilihan bersama hanya dengan mengikuti pilihan yang dianut mayoritas di sekitarnya,” ujar De Marzo.

Peneliti menyebut kecenderungan mengikuti mayoritas ini sebagai kekuatan mayoritas (majority force). Polanya dapat dijelaskan menggunakan model matematika yang sebelumnya digunakan untuk menggambarkan perilaku material magnetik, ketika atom cenderung menyelaraskan diri dengan atom di sekitarnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore