JawaPos.com - Perselisihan soal ponsel berakhir tragis di Chhatrapati Sambhajinagar, India. Seorang remaja 19 tahun diduga melompat dari tebing setelah bertengkar dengan orang tuanya, sementara ayah dan ibunya turut tewas ketika berusaha menyelamatkannya.
Remaja bernama Kunal Chandgude itu diketahui pergi ke Bukit Khawadya, Tisgaon, sekitar pukul 10.00 waktu setempat setelah terlibat perselisihan dengan kedua orang tuanya. Kunal disebut meminta ponsel, tetapi permintaannya memicu pertengkaran di rumah.
Ayahnya, Murlidhar Chandgude (48), dan ibunya, Sangita, kemudian menyusul ke lokasi untuk membujuk Kunal agar pulang. Polisi, warga, dan petugas pemadam kebakaran juga datang setelah mengetahui keberadaan remaja tersebut di tepi bukit.
Upaya membujuk Kunal berlangsung hampir tiga jam. Petugas pemadam kebakaran bahkan berusaha memasang jaring pengaman di bawah tebing untuk mengantisipasi kemungkinan Kunal terjatuh.
Namun, menurut polisi, Kunal terus bergerak di sepanjang tepian tebing. Situasi semakin genting ketika Murlidhar mendekati putranya sekitar pukul 13.00 untuk menenangkan dan menjauhkannya dari bibir jurang.
Saat Murlidhar berusaha menarik Kunal menjauh, remaja tersebut tiba-tiba melompat. Sang ayah ikut terjatuh ketika mencoba menyelamatkan putranya.
Sangita yang menyaksikan suami dan anaknya jatuh kemudian juga melompat dari bukit, menurut keterangan petugas. Ketiganya akhirnya meninggal dalam insiden tersebut.
Polisi bersama petugas pemadam kebakaran kemudian mengevakuasi ketiga jenazah dari lokasi. Jenazah selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan postmortem.
Dilansir via Indian Express, peristiwa itu terjadi di wilayah Tisgaon yang berada dalam yurisdiksi Waluj MIDC Police. Polisi masih menangani kasus tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian secara lengkap.
Laporan media lokal menyebut Bukit Khawadya sebelumnya juga pernah menjadi lokasi percobaan bunuh diri. Kondisi tersebut membuat upaya pengamanan di kawasan itu kembali menjadi perhatian.
Insiden ini sekaligus menunjukkan bagaimana konflik keluarga yang bermula dari persoalan sehari-hari dapat berkembang menjadi situasi yang sangat berbahaya ketika seseorang berada dalam kondisi emosional dan mengambil keputusan secara impulsif.