Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20.02 WIB

Trump Sebut Iran Belum Siap untuk Kesepakatan, AS Siapkan Sanksi Baru

Ilustrasi Presiden AS Donald Trump. (L.E. Baskow / Reuters/Reuters)

 

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai Iran belum siap membuat kesepakatan yang tepat dengan Washington. Pernyataan itu muncul ketika AS bersiap mengumumkan sanksi ekonomi baru untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran setelah hampir enam bulan perang.
 
Trump mengatakan Washington masih memiliki kendali atas kawasan sekitar Selat Hormuz ketika ditanya apakah pilihan militer AS terhadap Iran mulai terbatas.
 
"Itu hanya berarti kita melihat apa yang terjadi," kata Trump dikutip via Arab News.
 
 
"Kami memiliki kendali penuh atas seluruh wilayah yang berkaitan dengan Selat Hormuz, dan itu berarti baik ke dalamnya, wilayah darat. Jadi, mereka akan senang membuat kesepakatan, tetapi mereka belum siap untuk membuat kesepakatan yang tepat, menurut pendapat saya," lanjut Trump.
 
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan rincian sanksi keuangan baru terhadap Iran akan diumumkan pada Senin. Ia menyebut Washington tengah menyiapkan sanksi yang paling berat dalam sejarah dan mengatakan, AS akan menghancurkan rezim Iran. 
 
Iran merespons ancaman tersebut dengan sikap keras. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi memperingatkan bahwa setiap ancaman baru dari AS akan mendapat balasan yang luas dan menghancurkan.
 
"Dengan kesiapan di darat, laut, udara, pertahanan udara dan dunia maya, angkatan bersenjata Iran akan menanggapi ancaman baru musuh dengan tanggapan yang menghancurkan, menghukum dan menghancurkan," kata Abdollahi seperti dikutip media Iran.
 
Tekanan tersebut datang ketika ekonomi Iran sudah terbebani sanksi selama bertahun-tahun, inflasi tinggi, pelemahan mata uang, kekurangan energi serta kerusakan infrastruktur akibat perang. 
 
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Ghalibaf mengakui kekuatan militer saja tidak cukup untuk membuat negara bertahan.
 
 
Konflik yang melibatkan AS dan Israel telah menewaskan ribuan orang serta melemahkan kekuatan konvensional Iran. Namun, Teheran masih memiliki rudal dan drone yang dapat mengancam negara-negara rival dan mengganggu pelayaran kapal tanker di Selat Hormuz.
 
Perang juga menimbulkan tekanan politik bagi Trump. Sejumlah target yang ditetapkan sejak awal konflik, termasuk pembongkaran program nuklir Iran dan penciptaan kondisi untuk menggulingkan pemerintahan Iran, belum tercapai sepenuhnya.
 
Tiongkok bahkan turut menjadi perhatian Washington karena menjadi pembeli utama minyak Iran melalui jalur laut. Berdasarkan data Kpler 2025, Tiongkok membeli lebih dari 80 persen minyak Iran yang dikirim melalui laut.
 
Di sisi lain, harga minyak naik setelah ancaman sanksi terhadap mitra dagang Iran memunculkan kekhawatiran pasokan energi semakin ketat. Selat Hormuz menjadi titik penting karena sebelum perang membawa sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
 
Ketegangan di jalur strategis tersebut bahkan mulai dibahas NATO. Panglima Tertinggi Sekutu NATO, Jenderal Angkatan Udara AS Alexus Grynkewich, menggelar konferensi video dengan para kepala pertahanan negara anggota untuk membahas kemungkinan dukungan terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
 
Dengan AS bersiap memperketat sanksi dan Iran menegaskan akan melawan tekanan, peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat masih menghadapi tantangan besar. Perkembangan di Selat Hormuz pun menjadi perhatian karena dapat berdampak langsung terhadap keamanan pelayaran dan harga energi global.

Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber: Arab News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore