
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Al Jazeera)
JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Jumat, mengatakan perang dengan Amerika Serikat (AS) perlu diakhiri ketika Iran berada dalam posisi "kuat dan bermartabat", seraya membela kesepakatan terbaru Teheran-Washington.
Dalam sebuah acara, Pezeshkian mengatakan hasil perundingan itu merupakan "pencapaian besar" yang telah disetujui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, demikian pernyataan kepresidenan Iran.
"Apa yang dicapai selama perundingan merupakan sebuah pencapaian besar," katanya, seraya menambahkan bahwa anggota dewan yang terlibat langsung dalam proses tersebut telah mempertahankan dengan tegas.
Pezeshkian menggambarkan kesepakatan terbaru itu sebagai sesuatu yang "terhormat dan bernilai", seraya menolak kritik bahwa Teheran telah memberikan konsesi.
"Mereka tidak dapat menemukan satu pun klausul dalam kesepakatan ini yang menunjukkan penyerahan diri, seluruh komitmen terkait dengan pihak lain," katanya.
Namun, Presiden Iran itu menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak berarti Teheran akan tunduk jika terjadi serangan lagi.
"Kami dalam keadaan apa pun tidak akan tunduk pada intimidasi," katanya. "Kami akan melawan mereka hingga hembusan napas terakhir dan memberikan respons yang sangat keras."
Pezeshkian mengatakan perang harus berakhir pada suatu saat dan menilai keadaan saat ini memberikan kesempatan yang tepat untuk mengakhirinya.
"Lebih baik mengakhiri perang hari ini, ketika kami berada dalam posisi kuat dan bermartabat," katanya, seraya menuduh Amerika Serikat telah melanggar aturan internasional dengan menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur Iran.
Ia mengatakan para komandan militer dan angkatan bersenjata Iran tetap sepenuhnya siap untuk mempertahankan negara, sambil menekankan pentingnya menjaga persatuan di dalam negeri.
Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman berisi 14 poin di Islamabad pada 18 Juni dengan mediasi Pakistan dan Qatar.
Kesepakatan itu mengatur penghentian perang serta periode perundingan selama 60 hari untuk menuju kesepakatan final.
Teheran kemudian menuduh Washington melanggar nota kesepahaman tersebut, sementara Pakistan dan Qatar terus melanjutkan upaya mediasi antara kedua pihak. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
