Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2026 | 18.39 WIB

Trump Kirim JD Vance ke Pakistan untuk Negosiasi Langsung dengan Iran, Gencatan Senjata Masuk Babak Penentu

Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Anjum Naveed/AP) - Image

Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Anjum Naveed/AP)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirim delegasi tingkat tinggi ke Islamabad, Pakistan, untuk memulai perundingan langsung dengan Iran. Langkah ini masih dalam upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di kawasan Asia Barat.

Pertemuan perdana dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi dan dipandang sebagai momentum penting setelah tercapainya gencatan senjata selama dua pekan.

Melansir News on Air, delegasi Amerika Serikat akan dipimpin Wakil Presiden JD Vance, didampingi Utusan Khusus Timur Tengah Steve Witkoff serta menantu Presiden Trump, Jared Kushner. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memastikan Teheran akan hadir dalam perundingan tersebut setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Delegasi Iran diperkirakan dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, salah satu tokoh penting dalam struktur kepemimpinan Iran selama masa perang.

Pertemuan di Islamabad digelar setelah pemerintahan Trump mengumumkan jendela gencatan senjata selama dua pekan menyusul operasi militer yang disebut Washington berhasil melemahkan kemampuan Iran memasok persenjataan kepada kelompok-kelompok proksinya di kawasan.

Karoline Leavitt mengatakan kemampuan Iran untuk mempersenjatai kelompok proksi di Timur Tengah telah berkurang secara signifikan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Meski demikian, situasi keamanan di kawasan belum sepenuhnya mereda. Bentrokan masih terjadi di Lebanon, di mana militer Israel terus melancarkan serangan terhadap sasaran Hezbollah. Iran menilai operasi tersebut melanggar semangat gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan dunia tengah menyaksikan situasi kemanusiaan di Lebanon dan kini menunggu langkah Washington.

"Dunia sedang menyaksikan pembantaian di Lebanon. Bola kini berada di tangan Amerika Serikat, dan dunia melihat apakah mereka akan memenuhi komitmennya," kata Araghchi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore