Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16.42 WIB

Dari Rumah ke Sekolah, Kronologi Penembakan Remaja 14 Tahun yang Tewaskan 8 Orang di Thailand

Penembakan yang dilakukan seorang remaja di Thailand dan menewaskan sejumlah korban../(Reuters) - Image

Penembakan yang dilakukan seorang remaja di Thailand dan menewaskan sejumlah korban../(Reuters)

JawaPos.com — Pagi yang semula tenang di sebuah rumah di pinggiran Bangkok berubah menjadi awal dari penembakan massal paling mematikan di Thailand sejak 2022. 

Seorang remaja berusia 14 tahun diduga menembak mati kakek dan neneknya di rumah sebelum berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan antar-jemput sambil membawa senjata dan puluhan peluru. 

Beberapa jam kemudian, lima staf sekolah tewas dan 23 orang lainnya terluka sebelum remaja tersebut mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya sendiri.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (8/8/2025), polisi mengatakan dua lansia tersebut masing-masing tewas akibat satu tembakan di kepala sekitar pukul 05.00 waktu setempat pada Jumat (7/8). 

Keduanya tinggal bersama sang cucu di rumah dua lantai di Bang Bua Thong, Thailand, kawasan yang berbatasan dengan persawahan dan berjarak sekitar 90 menit perjalanan dari pusat Bangkok.

Senjata Milik Kakek Digunakan dalam Penembakan

Kepala Kepolisian Bang Bua Thong, Kolonel Polisi Thadsakorn Konthong, mengatakan senjata yang digunakan remaja tersebut merupakan milik kakeknya. Polisi juga menemukan indikasi bahwa senjata itu sebelumnya dicari di kamar sang kakek.

“Senjata api dan pelurunya adalah milik kakeknya,” kata Thadsakorn kepada Reuters.

Rumah tersebut berada di lingkungan yang relatif sepi, dikelilingi pepohonan dan pagar beton. Di bagian depan terdapat kanal, sedangkan lahan kosong berada di belakang rumah. Di halaman juga terlihat bendera Nazi berwarna merah dan putih yang menurut polisi merupakan milik paman remaja tersebut. Keberadaan orang tua remaja itu belum diketahui.

Setelah menembak kakek dan neneknya, remaja tersebut menaiki kendaraan antar-jemput menuju sekolah. Ia membawa senjata serta puluhan peluru. Sekolahnya, Debsirin Nonthaburi School, berjarak sekitar 18 kilometer dari rumah atau sekitar 45 menit perjalanan. Berdasarkan data otoritas distrik, sekolah tersebut pada tahun sebelumnya memiliki sekitar 3.100 siswa dan 147 guru.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore