Wisatawan asing mengantri untuk melewati imigrasi di bandara Incheon / Foto : Korea Times
JawaPos.com - Lonjakan pariwisata musim panas di Korea Selatan membuat operasional bandara Incheon kewalahan.
Peningkatan tajam jumlah kedatangan wisatawan asing, telah menyebabkan antrian imigrasi yang panjang serta mendorong pihak berwenang, untuk menambah personel dan memperluas langkah-langkah penanganan kepadatan.
Menurut Kementerian Kehakiman, sebanyak 11,05 juta warga negara asing memasuki Korea Selatan selama enam bulan pertama tahun ini, hal tersebut meningkat sebanyak 20,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini diperkirakan akan semakin pesat selama bulan Juli dan Agustus, saat kunjungan ke Korea Selatan biasanya mencapai puncaknya.
Pada saat yang sama, bandara Incheon bersiap menghadapi salah satu musim perjalanan musim panas tersibuk yang pernah tercatat.
Pihak bandara memperkirakan sebanyak 3,77 juta penumpang akan melintasi terminalnya antara tanggal 25 Juli hingga 10 September, dengan rata-rata sekitar 222.000 pelancong per hari. Lonjakan kedatangan mulai terlihat di pos pemeriksaan imigrasi.
Menurut media setempat, antrian penumpang yang baru tiba dari luar negeri di Terminal 1 pada hari Jumat (31/7), memanjang hingga ke luar area tunggu yang telah ditentukan, karena ratusan penumpang tiba dalam waktu yang berdekatan.
Beberapa pelancong yang tiba pukul 12.00, di bagian imigrasi harus menunggu hingga pukul 13.20 untuk menyelesaikan pemeriksaan.
Estimasi tersebut jauh melampaui waktu proses yang direkomendasikan, oleh International Civil Aviation Organization(ICAO).
Pihak pengelola bandara menyatakan, bahwa pola perjalanan musiman turut berkontribusi terhadap kepadatan tersebut.
Sementara perjalanan warga Korea Selatan ke luar negeri, cenderung terkonsentrasi pada masa liburan tahun baru Imlek dan Chuseok, jumlah kedatangan wisatawan asing biasanya melonjak selama musim liburan musim panas.
Disisi lain, para staf imigrasi juga berada di bawah tekanan, sebagaimana yang diberitakan Korea Herald.
Laporan setempat menyebutkan, bahwa hanya 11 dari 20 loket imigrasi untuk warga asing yang beroperasi, di salah satu bagian di Terminal 1 pada saat situasi ramai hari Jumat.
Kementerian Kehakiman berencana menambah 141 posisi staf, di kantor imigrasi bandara Incheon bulan ini, sehingga total jumlah personel yang ditetapkan menjadi 994 orang.
Namun, para pejabat menyatakan bahwa personel yang baru direkrut tersebut memerlukan pelatihan, sebelum ditugaskan melakukan pemeriksaan di lini depan; dengan demikian, penambahan staf ini kemungkinan tidak akan langsung mengatasi kepadatan yang terjadi.
Sementara itu, pihak imigrasi menyatakan akan memaksimalkan jumlah loket pemeriksaan yang beroperasi, selama periode puncak kedatangan dengan mengerahkan personel dari bagian pendukung.
Operator bandara juga telah menerapkan langkah-langkah antisipasi sementara untuk menangani lonjakan perjalanan musim panas.
Langkah-langkah tersebut mencakup perluasan ruang tunggu di area kedatangan Terminal 2, penambahan papan penunjuk arah multibahasa dan kios informasi di lantai tiga Terminal 1.
Penambahan jalur 'Smart Pass' bagi penumpang yang akan berangkat, serta pembukaan titik pemeriksaan keamanan utama 30 menit lebih awal dari biasanya.
Pihak pengelola bandara menyatakan, bahwa langkah-langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus penumpang, sekaligus mengakomodasi pertumbuhan perjalanan internasional yang terus berlanjut.