
Ilustrasi matcha. (Ninja Food Tour)
JawaPos.com - Ekspor produk pertanian, kehutanan, perikanan, dan pangan Jepang mencetak rekor tertinggi pada paruh pertama 2026. Nilainya mencapai 897,7 miliar yen atau sekitar Rp 103,2 triliun (kurs 1 JPY = Rp 115), naik 10,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Seperti dilansir Kyodo, Selasa (4/8), kenaikan tersebut menjadi rekor tertinggi untuk periode Januari-Juni sekaligus melanjutkan tren positif selama dua tahun berturut-turut. Pengiriman ke seluruh 10 tujuan ekspor terbesar Jepang, termasuk Amerika Serikat (AS), Hong Kong, dan Tiongkok, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang menyebut teh hijau menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan terbesar. Lonjakan permintaan didorong tren konsumsi matcha yang semakin populer di berbagai negara.
Meningkatnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang juga disebut ikut memperkenalkan kuliner Jepang ke pasar internasional. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat serta bertambahnya restoran dan supermarket luar negeri yang menjual produk Jepang turut mendorong kenaikan ekspor.
Meski demikian, laju pertumbuhan ekspor melambat dibandingkan semester pertama 2025 yang mencapai 15,5 persen. Namun, delapan dari sepuluh pasar tujuan utama tetap mencatat rekor nilai ekspor untuk periode Januari-Juni.
AS masih menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor mencapai 162,6 miliar yen atau sekitar Rp 18,7 triliun, naik 15,3 persen. Sementara itu, ekspor ke Hong Kong meningkat 3 persen dan ke Tiongkok bertambah 4,3 persen. Korea Selatan menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat setelah nilai ekspornya melonjak 20,5 persen. Permintaan ikan yellowtail dan bir menjadi pendorong utama kenaikan tersebut.
Ekspor ke Vietnam bahkan tumbuh lebih tinggi, yakni 35,4 persen. Lonjakan itu ditopang meningkatnya permintaan kerang scallop dan ikan makarel.
Berdasarkan jenis produk, teh hijau, daging sapi, apel, serta saus dan bumbu campuran sama-sama mencatat rekor ekspor untuk periode Januari-Juni. Nilai ekspor teh hijau melonjak 83,5 persen menjadi 48,2 miliar yen atau sekitar Rp 5,5 triliun, seiring meningkatnya penggunaan matcha sebagai bahan minuman latte dan aneka makanan penutup.
Ekspor ikan yellowtail juga melesat 69 persen menjadi 43,4 miliar yen atau sekitar Rp 5 triliun. Permintaan dari Amerika Utara dan Korea Selatan tetap kuat, ditambah kenaikan harga jual produk tersebut.
Di sisi lain, volume ekspor beras menurun akibat keterbatasan pasokan di dalam negeri. Meski begitu, nilainya justru mencapai rekor 7,5 miliar yen atau sekitar Rp 862,5 miliar karena harga jual yang lebih tinggi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022