Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Agustus 2026 | 17.47 WIB

Operasi Pencarian di Mal AEON Kumamoto Berakhir, Korban Tewas Gempa Capai 36 Orang

AEON Mall di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, pada 1 Agustus 2026, setelah operasi pencarian dan penyelamatan berakhir menyusul ledakan yang terjadi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 pada 28 Juli. (Kyodo) - Image

AEON Mall di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, pada 1 Agustus 2026, setelah operasi pencarian dan penyelamatan berakhir menyusul ledakan yang terjadi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 pada 28 Juli. (Kyodo)

JawaPos.com - Pemerintah Prefektur Kumamoto menghentikan operasi pencarian di pusat perbelanjaan Aeon yang terdampak gempa bumi setelah dipastikan tidak ada lagi korban yang hilang. Sebanyak tujuh pekerja tewas akibat ledakan yang terjadi di mal tersebut tidak lama setelah gempa mengguncang wilayah itu.

Seperti dilansir Kyodo, Sabtu (1/8), ledakan diduga dipicu kebocoran gas setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto pada Selasa sore. Lantai dua pusat perbelanjaan di Kota Kashima itu ambruk sesaat setelah sekitar 200 orang berhasil dievakuasi.

Polisi, petugas pemadam kebakaran, Pasukan Bela Diri Jepang, dan sejumlah tim lain telah menyisir seluruh area bangunan. Pemerintah memastikan tidak ada lagi orang yang belum ditemukan sehingga operasi penyelamatan resmi diakhiri.

Secara keseluruhan, gempa tersebut menewaskan 36 orang di seluruh Prefektur Kumamoto, termasuk tujuh korban di pusat perbelanjaan Aeon. Selain itu, 11 orang dilaporkan mengalami luka serius.

Pemulihan infrastruktur masih berlangsung di tengah cuaca yang sangat panas. Sekitar 69.400 rumah tangga hingga kini masih belum mendapatkan pasokan air bersih.

Pemerintah prefektur juga mencatat lebih dari 9.000 warga masih mengungsi. Gempa yang mencapai intensitas maksimum 7 pada skala intensitas seismik Jepang di wilayah Uki dan Hikawa itu merusak lebih dari 3.600 rumah, termasuk sekitar 180 bangunan yang hancur total.

Banyak warga memilih bertahan di dalam mobil dengan pendingin udara tetap menyala selama masa pengungsian. Kondisi itu memicu kelangkaan bahan bakar, sehingga antrean panjang terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

Pemerintah pusat telah meminta perusahaan pemasok minyak meningkatkan distribusi ke Kumamoto. Pasokan bahan bakar yang dikirim diperkirakan mencapai empat kali lipat dari kebutuhan normal prefektur tersebut.

Di Kota Mashiki, dewan kesejahteraan sosial mulai membuka pusat relawan untuk membantu warga terdampak gempa. Sekitar 50 relawan telah mendaftar, dan sebagian di antaranya langsung membantu membersihkan rumah-rumah yang rusak setelah lebih dari 20 keluarga mengajukan permintaan bantuan.

Sementara itu, gempa susulan masih terus terjadi. Badan Meteorologi Jepang melaporkan gempa berkekuatan awal magnitudo 4,7 kembali mengguncang wilayah Uki dan sekitarnya pada Sabtu, namun tidak memicu peringatan tsunami.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore