Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Juli 2026 | 10.51 WIB

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Kumamoto, Listrik Padam, Rumah Sakit Kewalahan hingga Pabrik dan Kereta Terdampak

Pemandangan udara dari petugas penyelamat yang melakukan pencarian dan penyelamatan di Aeon Mall. (Kyodo/via Reuters) - Image

Pemandangan udara dari petugas penyelamat yang melakukan pencarian dan penyelamatan di Aeon Mall. (Kyodo/via Reuters)

JawaPos.com - Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan berbagai layanan publik, aktivitas industri, hingga transportasi. 

Puluhan ribu rumah kehilangan pasokan listrik dan air bersih, sementara rumah sakit kewalahan menangani korban. Hingga Rabu (29/7), pemerintah Kumamoto mencatat sekitar 34.900 rumah masih mengalami pemadaman listrik dan sekitar 15.000 rumah tidak mendapatkan pasokan air bersih.

Akibat kondisi tersebut, lebih dari 8.800 warga mengungsi ke lebih dari 400 tempat penampungan yang kini mulai dilengkapi sumber listrik tambahan untuk mengoperasikan pendingin ruangan di tengah cuaca panas.

Dampak gempa juga dirasakan sektor kesehatan. Sejumlah rumah sakit dipenuhi pasien luka-luka, bahkan beberapa fasilitas kesehatan tidak lagi mampu menerima pasien baru. Salah satu rumah sakit di Kota Uki yang berada dekat pusat gempa dilaporkan tidak dapat beroperasi karena kehilangan aliran listrik.

Sementara itu, rumah sakit lain di kota yang sama menghentikan penerimaan pasien setelah menangani 86 korban, termasuk tiga pasien dengan luka serius, sehingga kapasitas layanan darurat telah mencapai batas maksimal.

Gangguan juga meluas ke sektor transportasi. Operator kereta cepat melaporkan sejumlah penumpang mengalami luka ketika gempa terjadi. Di sisi lain, jalan raya mengalami kerusakan cukup parah dengan retakan besar yang menghambat arus lalu lintas.

Salah satu kerusakan paling mencolok terjadi di Aeon Mall Kashima. Ledakan gas setelah gempa merobohkan sebagian bangunan yang menampung sekitar 200 toko. Reruntuhan beton dan rangka baja berserakan di lokasi.

Seorang saksi mata Kazuya Tsurunaga mengatakan, mendengar ledakan besar ketika sedang membersihkan sebuah pub sekitar 300 meter dari lokasi.

"Itu adalah dampak yang sangat besar. Awan asap besar mengepul, dan karena angin kebetulan bertiup dan arah angin menuju toko, daerah di sekitar kami dalam keadaan seperti abu vulkanik jatuh," kata dia kepada TBS.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore